Review : Excelso Arabica Gold Coffee, Kopi lokal yang sudah senior di Indonesia | Rizkooblogsite - Welcome! Travel Culinary Tips And Reference

Review : Excelso Arabica Gold Coffee, Kopi lokal yang sudah senior di Indonesia | Rizkooblogsite - Welcome!

Review : Excelso Arabica Gold Coffee, Kopi lokal yang sudah senior di Indonesia

Tuesday, January 9, 2018

Review : Excelso Arabica Gold Coffee, Kopi lokal yang sudah senior di Indonesia


Ngomong-ngomong masalah kopi mungkin kalian semua sudah tahu brand yang satu ini, ya Excelso, yang sudah ada di Indonesia sejak awal tahun 1990 an, dan kali ini saya akan me review salah satu produk dari Excelso ini, yaitu Excelso Arabica Gold.




Excelso Arabica Gold ini mudah ditemui di berbagai macam pusat perbelanjaan dan toserba, seperti Giant, Carrefour, maupun Borma bagi anda yang tinggal di Bandung, dan pada kebetulan stok kopi saya habis akhirnya saya memutuskan untuk membeli produk yang satu ini, karena memang saya belum mencoba Excelso ini.

Saya memutuskan untuk membeli Excelso Arabica Gold, seharga Rp. 38.000,- di Borma Dakota Bandung per Januari 2018, bungkusss bawa pulang dan seduuh.

Setelah sampai dirumah saya pun membuka bungkus kopi ini, dan semerbak harum kopi yang berbeda dari biasanya, benar-benar ciri harum Arabica yang keluar seperti ada harum asam-asam khas dari kopinya, walaupun tidak sekuat kopi Gayo Aceh yang begitu terasa harum asamnya.

Dan saya pun merebus air sampai titik didih 100 derajat celcius, saya tidak pernah menggunakan pemanasan dari dispenser, karena menurut saya kurang maksimal, dan semua kopi yang saya rasakan kurang begitu enak. Ya saya menggunakan teknik penyeduhan secara Tubruk karena saya belum mempunyai alat-alat kopi, seperti Press Machine, Chemex, dll, mungkin suatu hari nanti saya punya rejeki dan bisa memilikinya sekalian saja memiliki Cafenya hehehe, aamiin.

Air sudah mendidih, dan di cangkir berukuran 200ml sudah menunggu 1sdm Excelso Arabica Gold, dan ditubruk lah air mendidih tersebut kedalam cangkir yang berisi bubuk kopi. Saat tertuang sedikit demi sedikit, buih-buih mulai muncul di permukaan air yang menandakan kopi dalam kondisi terbaik. Lalu saya aduk sampai kopi matang dan benar-benar tercampur dengan air.


Sluurrp, yang saya rasakan pertama kali yaitu rasa pahit dari kopi dengan sedikit asam. Ya itu salah satu ciri Arabica yang memiliki rasa asam di kopinya. Menurut saya si kopi ini pahitnya lumayan terasa, mengingat Arabica yang memiliki rasa yang tidak terlalu pahit, namun kopi ini cukup menendang pahitnya. Seiring waktu, lama kelamaan si rasa asamnya ikut menyusul, dan yang saya rasakan mix antara pahit dan asam, ya ini yang kompleks, ternyata disini titik enaknya kopi ini, saat si kopinya pahit tapi ada rasa asam yang sulit diungkapkan sebenarnya ini rasa apa, yang pasti rasa nya enak.

Saya sudah terbiasa dengan meminum kopi pahit, namun saya bereksperimen dengan kopi ini, dengan menambahkan 1 sendok makan gula pasir. Sluurrp, wah, rasa yang tadi disebutkan berubah menjadi lebih Fruity (Bukan jadi jus ya), jadi maksudnya aroma nya menjadi beda, aroma kopinya lebih keluar dengan ada aroma-aroma buah dari kopinya. Ya semua ini tergantung selera anda, bila suka kopi pahit dengan sensasi rasa asam seduhlah tanpa gula, namun bila ingin merasakan kopi dengan sensasi asam dan fruity maka tambahlah gula.

Well, kopi ini cukup enak bagi saya, dengan bermodalkan sekitar Rp. 38.000,- per 200gr kalian sudah mendapatkan kopi yang cukup namun menurut saya masih ada yg lebih istimewa dari ini. Cukup buat menemani hari kalian dan tidak terlalu menguras kantong. Ini cara saya dengan teknik tubruk, bila kalian mempunyai pengalaman lebih dengan kopi ini, apakah itu teknik v60, aeropress atau yang lain, silahkan komentar dibagian form komentar.

0 comments :

Post a Comment