jawa tengah | Rizkooblogsite - Welcome! Travel Culinary Tips And Reference

Rizkooblogsite - Welcome!: jawa tengah

jawa tengah

Showing posts with label jawa tengah. Show all posts
Showing posts with label jawa tengah. Show all posts

Monday, December 12, 2022

Mencicipi Hasil Olahan Buah Unik Dari Dataran Tinggi Dieng


Carica. Apakah ini pertama kalinya kamu mendengar kata ini? Kalau iya, kamu tidak sendirian. Dan kalau kamu sebelumnya pernah mendengar kata carica, kemungkinan besar kamu pernah berkunjung ke dataran tinggi Dieng, atau bahkan tinggal disekitar tempat itu. Ayo kita berkenalan lebih dekat dengan carica. Sebenarnya, carica adalah sejenis buah yang berkerabat dekat dengan pepaya karena berasal dari keluarga Carica papaya. Maka tidaklah mengherankan kalau buah ini bentuknya mirip dengan pepaya.

Orang yang tinggal di sana sering menamai buah ini dengan Gandul Dieng karena salah satu kelebihan buah ini ‘hanya’ dapat tumbuh di sekitar dataran tinggi Dieng. Karena itulah hanya orang-orang yang pernah berhubungan dengan daerah ini saja yang pernah mencicip hasil olah buah carica.

Buah Carica
Buah Carica. Credit: Source

Kalau dilihat dari bentuk fisik, carica mirip dengan pepaya. Ukurannya kecil dengan panjang 7 – 15 cm dan diameter antara 3 – 8 cm. Daun buah ini agak sedikit tebal dan bila telah masak, warna kulit buahnya berwarna kekuningan dengan aroma wangi yang sangat khas. Buah ini juga hanya bisa tumbuh ditempat yang tinggi, curah hujan tinggi serta bersuhu dingin.

Kalau dirasakan, buah ini agak masam dan bertekstur kenyal. Kamu hanya tinggal membelah carica dan menyantap biji berwarna putih kalau penasaran ingin tahu bagaimana rasa buah mungil ini. Sedangkan untuk buahnya sangat cocok dan lezat kalau diolah menjadi manisan.

Buah Carica tergantung di pohon
Buah Carica tergantung di pohon. Credit: Source

Karena potensi hasil alam inilah kenapa sekarang penduduk yang tinggal di kawasan dataran tinggi Dieng tengah gencar menanam pohon carica untuk mengurangi masalah tanah yang makin kritis karena penggunaan lahan untuk budidaya kentang yang tidak seimbang.

Agrowisata carica yang ada di dataran tinggi Dieng difokuskan di Desa Karang Tengah Kecamatan Batur Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Ditempat ini diperkirakan ada sekitar 30 ribu pohon carica yang ditanam secara menyebar di berbagai lahan yang ditanami kentang. Selain itu, kawasan di sekitar Telaga Merdada juga dijadikan sebagai lahan untuk menanam buah carica karena bertujuan untuk mengurangi resiko erosi dari lahan yang mulai kritis karena telah digunakan untuk menanam kentang.

Perkebunan Carica
Perkebunan Carica. Credit: Source

Dengan langkah seperti ini, diharapkan konservasi lahan yang ada di dataran tinggi Dieng dapat dihijaukan kembali sehingga kualitas tanahnya tidak semakin rusak. Akar pohon carica yang ditanam dipercaya dapat menyerap kandungan pupuk yang sudah larut di air Telaga Merdada.

Ini berarti, tanah yang ada disekitar telaga dapat digunakan sebagai penyaring dari kelebihan unsur-unsur hara yang telah larut dalam air. Pohon dan akar buah carica ini selanjutnya difungsikan sebagai pendaur ulang pupuk kimia yang ada dalam tanah sehingga bisa menumbuhkan pohon carica tanpa memerlukan pemupukan lagi saat ditanam.

Sebagai tanaman yang dijadikan alternatif untuk mengurangi resiko kerusakan lahan, maka kini sebagian besar masyarakat mulai gencar menanam buah carica. Dengan melakukan penanaman, pengolahan, produksi dan pemasaran olahan buah carica, kehidupan ekonomi masyarakat yang ada di sekitar dataran tinggi Dieng pun makin terbantu.

Jadi, kamu jangan heran saat berkunjung ke lokasi agrowisata carica karena disana banyak sekali penduduk yang menanam buah disekitar rumah serta di pematang sawah. Nah, saat kamu mampir ke kawasan dataran tinggi Dieng, kamu dapat dengan mudah menemukan dan mencicipi buah carica. Lain lagi dengan Desa Sumberejo yang baru memulai menanam carica sebagai tanaman alternatif.

Buah Carica yang baru dipetik
Buah Carica yang baru dipetik. Credit: Source

Disana, baru sekitar 3 ribu tanaman yang sudah ditanam, yang sekaligus dijadikan sebagai tanaman selingan selain dari kentang. Kalau kamu amati dan mau berhitung, tiap pohon carica konon bisa menghasilkan buah hingga 50 biji. Buah yang masih mentah berwarna hijau dan bergerombol seperti halnya buah pepaya.

Nah, kalau kamu sedang berada disana, cobalah untuk mencari tahu jenis olahan yang dapat dijadikan oleh-oleh. Sedangkan kalau kamu ingin mencicipi buahnya, biasanya carica dapat mudah dijumpai di pasar tradisional dan pinggir jalan disekitar Dieng – Wonosobo –Banjarnegara. Harganya tergantung musim.

Dan musim panen buah carica adalah bulan Juni – Juli. Jadi, pada bulan itu, kamu akan dengan mudah mendapatkan buah carica. Produk umum dari carica adalah selai, sirup, dan manisan. Kalau dari petani, harga buahnya hanya Rp2.000* per kg. Namun, harganya dapat melonjak saat musim panen telah lewat. Sedangkan olahan manisan dari buah carica dipatok dengan harga Rp10.000* – 13.000* tiap botol. Sedangkan sirup carica dijual dengan harga Rp15.000* per botol.

Proses pengolahan manisan Carica
Proses pengolahan manisan Carica. Credit: Source

Olahan buah carica ini sangat cocok dikonsumsi saat hari sedang panas dan terik. Kandungan vitaminnya juga tinggi karena terdapat vitamin B kompleks, vitamin C dan vitamin E yang sangat baik untuk antioksidan. Rasanya sangat segar dan nikmat. Apalagi kalau digunakan sebagai olesan roti. Kamu harus mencobanya saat berkunjung ke kawasan dataran tinggi Dieng.

Jadi, selain berwisata, kamu juga dapat berkenalan dengan buah baru, beserta olahannya yang dapat dijadikan oleh-oleh saat kamu berkunjung ke Dieng. Untuk daya tahan produk carica, kamu jangan khawatir karena manisan dan olahan buah carica dapat bertahan tanpa bahan pengawet sampai 1 tahun.

Kalau kamu sedang mencari-cari produk manisan, kamu bisa mendapatkannya dalam bentuk kemasan botol, cup atau mangkok, dan kemasan gelas. Nah, kalau kamu tertarik untuk mencicipi olahan buah carica, kamu tidak akan keliru lagi saat mencarinya di kios-kios yang banyak berjejer di sekitar kawasan dataran tinggi Dieng, Wonosobo, dan Banjarnegara. Selamat berlibur.

Keterangan * : Harga dapat berubah sewaktu-waktu.

Thursday, December 1, 2022

Pantai Parangtritis Pantai Nomer Wahid Di Yogyakarta


Pantai Parangtritis Pantai Nomer Wahid Di Yogyakarta

Pantai Parangtritis Yogyakarta. Credit: Source

Apakah anda sudah membuat daftar rencana tempat pariwisata yang akan anda kunjungi saat berkunjung ke Yogyakarta? Jika sudah, ada satu hal yang tidak boleh terlewatkan bila anda ingin mencari suasana pantai di kota gudeg ini. Jawabannya tentu saja Paris… alias Pantai Parangtritis. Penamaan Paris menjadi semakin ‘keren’ dan mudah diingat sehingga untuk jalannya saja, kebanyakan masyarakat Yogyakarta menamai Jalan Paris. Dan sudah pasti, semua orang yang tinggal di Yogyakarta mengetahui apa maksudnya.

Dan benar saja, pantai ini akan selalu menjadi incaran para pengunjung yang baru saja datang ke Yogyakarta. Namanya sudah sangat dikenal. Bahkan, Pantai Parangtritis dikatakan sebagai salah satu ikon pariwisata pantai di Yogyakarta. Maka, jangan heran bila tiap hari pantai ini selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Namun di saat akhir pekan dan liburan anak sekolah, pengunjungnya pun semakin membludak. Nah, bila anda tidak ingin melihat pantai yang dipenuhi banyak orang, anda dapat memilih hari lain sehingga bisa menikmati suasana pantai seutuhnya tanpa banyak orang yang berlalu lalang dihadapan anda saat ingin menyaksikan deburan ombak Pantai Laut Selatan.

Bendi menyusuri pinggir pantai Parangtritis. Credit: Source
Nah sekarang, mungkin anda bertanya-tanya kenapa Pantai Parangtritis menjadi pantai nomor satu yang paling banyak dikunjungi oleh para wisatawan. Yang pertama tentu saja akses menuju ke pantai yang sangat mudah. Jalannya mulus dan lebar. Pantainya pun tepat bersampingan dengan terminal Parangtritis sehingga tiap hari akan ada transportasi umum yang dapat mengantarkan anda walaupun anda tidak menggunakan kendaraan pribadi.

Selanjutnya, fasilitas yang ditawarkan oleh Pantai Parangtritis tergolong paling komplit dibandingkan dengan pantai-pantai lain yang ada di Yogyakarta. Mulai dari tempat makan, penginapan, losmen, toko cinderamata, tempat parkir yang luas, mushola, kamar mandi umum, menara pengawas SAR, pos penjaga pantai, bendi atau kereta kuda yang akan mengantar anda untuk berkeliling pantai dari ujung ke ujung dengan tarif Rp20.000, serta pemandangan alamnya yang cukup menakjubkan. Jadi, tidaklah mengherankan bila Pantai Parangtritis menjadi pantai idola para wisatawan.

Para pengunjung menikmati matahari terbit di pinggir pantai Parangtritis. Credit: Source
Sebagai pantai yang dikategorikan sebagai pantai yang landai, Pantai Parangtritis juga masih dipenuhi dengan bukit berbatu dan bukit kapur berwarna putih, tebing yang kokoh, pasir yang lembut, serta deburan ombak yang datang silih berganti menuju ke tepian. Bila anda termasuk seorang petualang sejati, ada banyak hal yang dapat dieksplorasi disini, seperti panjat tebing di sekitar Bukit Parangndok. Perlu perjuangan ekstra untuk dapat mencapai puncak bukit. Namun, semuanya akan terbayar dengan luasnya jangkauan pemandangan Pantai Parangtritis yang dapat anda lihat dari sana. Tidak heran bila banyak fotografer amatir yang mendadak menjadi tukang potret karena pantai ini memiliki banyak sudut untuk mendapatkan gambar terbaik.

Matahari terbenam di Pantai Parangtritis. Credit: Source

Selain itu, pengelola pantai juga menyediakan tantangan baru yang boleh anda coba bila anda termasuk orang yang tidak takut akan ketinggian. Coba saja olahraga paralayang. Dari sebuah tebing sebelah barat Pantai Parangtritis, anda dapat mencoba olahraga ekstrim ini sambil memantau seperti burung dan terbang untuk menikmati sensasinya yang menantang adrenalin. Pemandangan dari atas tentu akan semakin mengasyikkan karena anda dapat melihat pesona laut biru dan juga deretan bukit dan tebing yang berada dikanan kiri Pantai Parangtrisi.

Setelah tahu ada begitu banyak hal yang ditawarkan oleh pantai tersohor di Yogyakarta, pertanyaannya sekarang adalah bagaimana untuk dapat sampai kesana. Pantai ini terletak di Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Sekitar sejauh 28 km dari pusat kota Yogyakarta ke arah selatan.

Bendi menjadi wahana transportasi berkeliling pantai Parangtritis. Credit: Source

Anda dapat menggunakan transportasi umum dari Terminal Giwangan jurusan Yogyakarta – Parangtritis dengan jalur utama yang paling banyak dilalui oleh wisatawan yaitu Jalan Parangtritis hingga sampai ke terminal Parangtritis yang buka sampai pukul 17.00 WIB dengan biaya Rp10.000. Dan jika anda menggunakan kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat, maka perjalanan anda pun akan menjadi semakin cepat. Anda dapat mencari tempat parkir dengan biaya Rp1.000 untuk sepeda motor dan Rp2.000 untuk mobil. Sedangkan tiket masuk untuk masuk ke kawasan Pantai Parangtritis adalah Rp3.000 per orang. Jadi, cukup murah bukan?

Nah, setelah anda memarkirkan kendaraan dan mendapatkan tiket masuk, sekarang tiba saatnya untuk menyambut deburan ombak Pantai Selatan yang telah menanti anda. Jika anda datang di musim liburan, suasana Pantai Parangtritis tentu saja ramai. Namun, saat anda datang di hari biasa, disinilah suasana pantai yang sebenarnya dapat anda nikmati. Anda dapat mengalihkan pandangan ke arah barat dan disana terlihat dengan jelas tebing-tebing hijau sedang menerima hempasan ombak yang datang menghampiri.

Parangtritis dengan pemandangan bukit di kejauhan. Credit: Source
Tak ada henti-hentinya deburan ombak menabrak karang sehingga dentumannya pun dapat anda dengan dari kejauhan saat ombak yang datang sedang ‘mengamuk’. Sedangkan bila anda menoleh ke arah disebelah timur, anda dapat menyaksikan pantai lain bernama Pantai Parangkusumo, dan deretan pantai lain yang berada di wilayah Bantul. Maka, sejauh mata memandang, anda akan dimanjakan oleh pesona pantai yang indah.

Ada beberapa hal yang perlu anda ketahui tentang Pantai Parangtritis. Menurut petuah orang jaman dulu yang wajib diperhatikan oleh para pengunjung adalah bahwa Penguasa Laut Selatan termasuk penggemar warna hijau. Jadi, usahakanlah untuk tidak mengenakan pakaian atau apapun yang berwarna hijau. Atau, anda akan dibawa oleh ombak Pantai Laut Selatan. Selain itu, Pantai Parangtritis ini juga tergolong pantai yang sering digunakan untuk upacara adat sehingga untuk waktu-waktu tertentu seperti pada malam Selasa Kliwon atau Jum’at Kliwon, anda dapat menyaksikan beberapa pengunjung atau nelayan yang melarung sesaji berupa kembang beraneka warna untuk mencari berkah dan berdoa untuk keselamatan dan kemurahan rejeki.

Tradisi Labuhan dengan melarung sesajen ke tengah laut. Credit: Source
Walaupun ini hanya mitos, anda cukup tahu saja sehingga saat berada di Pantai Parangtritis, anda tidak akan terkejut. Dan lagi, janganlah heran melihat pasangan muda mudi yang sedang melakukan sesi pemotretan di Pantai Parangtritis karena tempat ini memang mempunyai banyak spot menarik sebagai tempat foto pre-wedding untuk mendapatkan kesan romantis di tepian pantai dan gundukan pasir. Selamat berlibur. 

Wednesday, November 30, 2022

Basah Ria di Wahana Air Owabong Purbalingga


Basah Ria di Wahana Air Owabong Purbalingga

Penampakan Owabong dari atas. Credit: Source

Saat liburan tiba, tempat wisata yang sering dikunjungi oleh keluarga tentu saja yang juga dapat dinikmati oleh anak-anak. Dan salah satu tempat wisata keluarga yang dikelola dengan baik di Kabupaten Purbalingga adalah wahana air Owabong. Tempatnya sangat ramah untuk anak-anak dan dilengkapi dengan fasilitas yang lumayan lengkap. Pengembang terus melakukan inovasi dengan menambah sarana baru untuk memberi kesempatan bagi para pengunjung di segala umur untuk berekreasi dan bersenang-senang sambil main air.

Kalau kamu berkunjung ke Owabong disaat musim liburan dan lebaran, dapat dipastikan kalau pengunjungnya dapat mencapai ribuan orang. Suasana kekeluargaan pun tampak terlihat jelas karena mereka bahkan membahwa bekal dan tikar untuk bisa disantap bersama. Tidak hanya itu, tempatnya yang dekat dengan lokasi pegunungan juga membuat pemandangan di sekitar Owabong menjadi sangat rindang dan asri.

Jadi, kamu jangan kaget ketika melihat banyak wisatawan yang duduk-duduk dibawah pohon, di pinggiran kolam renang, atau bahkan di pinggir jalan hanya untuk sekedar ngobrol dengan pasangan dan keluarga mereka. Mereka bercanda sambil tertawa-tawa bahagia menikmati liburan yang sedang mereka jalani.

Credit: Source

Lalu, apa saja yang bisa kamu nikmati saat berwisata ke Owabong? Kebanyakan wahana yang ada disana tentu saja bertemakan air. Air yang digunakan di lokasi wisata ini terkenal segar dan dingin karena diambil langsung dari mata air pegunungan. Areal yang dibangun untuk tempat pariwisata ini juga tergolong luas sehingga membuat para pengunjung dapat dengan bebas untuk berenang di wahana yang disediakan oleh Owabong.

Dan waterboom dengan tinggi mencapai 13 meter pun menjadi tempat favorit para wisatawan. Jadi, kalau kamu ingin menantang adrenalin, kamu juga dapat mencoba wahana ini walaupun permainannya sangat menegangkan. Kalau kamu punya masalah dengan jantung, lebih baik hindari wahana waterboom dan pilihlah wahana lainnya.

Ada juga wahana ember tumpah yang banyak dinanti oleh para pengunjung. Setelah tumpah, dalam beberapa menit kemudian, kamu akan bisa merasakan sensasi air yang segar dan dingin dari embar besar yang memang sengaja dipasang diatas. Airnya yang jatuh ke bawah pun menyebar kemana-mana dan membuat para penikmatnya kegirangan saat air itu muncrat ke tubuh mereka. Lain lagi kalau hobi kamu berenang.

Wahana Ember Tumpah Owabong. Credit: Source
Owabong juga mempersiapkan kolam olympic atau kolam renang dengan standar internasional dengan ukuran 50 meter x 21 meter yang dilengkapi dengan 8 lintasan. Kedalaman airnya bisa mencapai 120 cm – 225 cm. Jadi, kamu pun dapat memuaskan hobi renang kamu saat berada di Owabong. Hilir mudik dari satu lintasan ke lintasan lain dapat dilakukan hingga tubuh terasa lebih rileks.

Wahana lain yang ditawarkan oleh Owabong kepada kamu adalah pantai bebas tsunami. Disini, kamu dapat menikmati suasana mirip dengan pantai dengan pasir-pasir lembutnya. Disana juga dilengkapi dengan perahu kecil dan tentu saja wahana ini bebas dari tsunami. Jadi, kamu dapat bersantai sambil mengawasi putra-putri kamu yang sedang bermain-main dengan air. Wahana lain yang patut kamu coba bersama keluarga saat berkunjung ke Owabong tentu saja tidak hanya itu.

Masih ada lagi permainan lain yang disediakan oleh pengelola Owabong. Misalnya, wahana melawan arus. Wahana ini mempunyai kanal arus yang panjangnya mencapai 200 meter. Di tempat ini, kamu dapat menyewa pelampung, banana boat, dan kayak. Pengalaman kamu di Owabong akan semakin lengkap ketika kamu mencoba wahana melawan arus ini.

Kolam Olympic di Owabong. Credit: Source

Tempat wisata Owabong yang ada di Kabupaten Purbalingga ini juga menyediakan wahana kolam pesta air yang dapat digunakan oleh kamu dan putra-putri kamu. Disini, kamu akan dapat mengajari mereka untuk berenang dan bermain air bersama. Suasananya pasti sangat mengasyikan karena semua dapat berbasah-basahan.

Dan untuk melengkapi sensasi bermain-main di objek wisata Owabong, kamu juga dapat mencoba flying fox. Disana, dapat mencoba terbang menggunakan tali. Ada juga teater tiga dimensi, kolam air hangat, dan juga arena gokart yang dapat dicoba untuk kamu dan putra-putri kamu. Semua fasilitas wahana permainan itu hanya dapat kamu nikmati saat berkunjung ke Owabong.

Wahana Flying Fox di Owabong. Credit: Source

Kamu tertarik untuk berkunjung ke Owabong? Tentu kamu harus tahu lokasinya, bukan? Wahana air Owabong ini berada di Desa Bojongsari Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Diperlukan waktu perjalanan sekitar 4 jam dari kota Semarang, dan 5 jam perjalanan dari kota Yogyakarta.

Sedangkan dari kota Purwokerto, lokasi Owabong yang berjarak 30 km dan dapat ditempuh hanya dalam waktu 30 – 45 menit. Harga tiket masuk yang harus kamu bayar adalah Rp25.000* per orang untuk hari libur, dan Rp20.000* per orang untuk hari biasa. Kamu pun masih harus membayar uang lagi kalau ingin mencoba wahana air di Owabong. Tarifnya pun cukup terjangkau, yaitu mulai dari Rp10.000* – Rp15.000*. Biaya parkir untuk motor Rp1.000*, dan Rp2.000* untuk mobil.

Dan karena fasilitas yang ditawarkan oleh Owabong cukup mewakili semua golongan umur, mulai dari anak-anak, remaja dan dewasa, maka tempat ini menjadi tujuan favorit keluarga yang tinggal di Purbalingga dan sekitarnya. Dan untuk memuaskan hasrat para pengunjung, fasilitas yang ditawarkan pun semakin diperlengkap dengan disediakannya tempat loker untuk menitipkan barang, warung makan, tempat parkir yang luas, toilet, kamar mandi, ruang ganti, masjid, dan tentu saja penginapan dan wisma yang banyak dijumpai di sekitar areal wahana air Owabong.

Warung di sekitar Owabong. Credit: Source

Dan untuk melengkapi wahana yang ada di Owabong, pengelola juga memamerkan beberapa hewan langka yang dirawat dengan cukup baik. Kamu dapat mengambil foto bersama mereka karena semua hewan yang dirawat tergolong jinak. Jadi, kamu tidak perlu khawatir dan takut.

Setelah lelah bermain-main dengan air, kamu bisa melanjutkan perjalanan wisata kamu dengan berburu kuliner. Menu tempe mendoan sebagai makanan khas dari Banyumas dapat kamu cicipi selagi masih hangat dengan cabai rawit. Rasanya pasti sangat lezat kalau ditemani dengan minuman jus stroberi. Kamu tertarik? Datang saja ke wahana air Owabong yang ada di Kabupatan Purbalingga. Selamat berlibur.

Keterangan * : Harga dapat berubah sewaktu-waktu.

Thursday, October 27, 2022

Tempat Wisata Di Tawangmangu Yang Direkomendasikan


Pemandangan Tawangmangu
Pemandangan Kecamatan Tawangmangu. Credit: Tanah Indonesia

Bagi Kamu yang mencari tempat berlibur di Jawa Tengah, khususnya bagi kamu yang berkunjung ke Tawangmangu. Banyak nih destinasi di Tawangmangu yang sejuk nan asri untuk melepas penatmu.

Lokasi nya sebagai patokan dari kota Solo, pergilah sedikit jauh ke arah timur. Tawangmangu yang berada di lereng Gunung Lawu menawarkan kamu dengan hawa sejuk dan berbagai pesona wisatanya.