danau | Rizkooblogsite - Welcome! Travel Culinary Tips And Reference

Rizkooblogsite - Welcome!: danau

danau

Showing posts with label danau. Show all posts
Showing posts with label danau. Show all posts

Wednesday, November 30, 2022

Wisata Dermaga Danau Kereng Bangkirai


Matahari Terbenam di Kereng Bangkirai
Matahari Terbenam di Kereng Bangkirai. Credit: Source

Danau Kereng Bangkirai adalah perairan yang juga menjadi salah satu objek wisata yang bisa ditemui bila berkunjung ke Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Danau ini bisa ditempuh menggunakan kendaraan bermotor hanya dalam waktu sekitar 30 menit dari pusat Kota Palangkaraya. Karena memang jaraknya sangat dekat hanya sejauh 12 km dari pusat kota.

Meskipun disebut sebagai danau oleh masyarakat setempat, namun sebenarnya Kereng Bangkirai bukanlah sebuah danau. Perairan Kereng Bangkirai adalah sebuah anak sungai yang terhubung ke sungai utama, yaitu sungai Katingan.

Perairan anak sungai Kereng Bangkirai dengan arus yang tenang dan debit air yang melimpah, mungkin menjadi alasan kenapa masyarakat setempat menyebut perairan ini dengan danau. Untuk menghindari kebingungan, selanjutnya saya akan terus menyebut Kereng Bangkirai dengan sebutan danau ditulisan kali ini sesuai dengan sebutan masyarakat setempat.

Tampak Dermaga di Kereng Bangkirai
Tampak Dermaga di Kereng Bangkirai. Credit: Source

Danau Kereng Bangkirai terletak pada sebuah Kelurahan di Kota Palangkaraya. Kelurahan ini mempunyai nama yang sama dengan nama danau, yaitu Kereng Bangkirai. Pada awalnya kelurahan Kereng Bangkirai merupakan sebuah perkampungan. Pekampungan ini dihuni oleh penduduk dari suku Dayak. Para keturunan suku Dayak inilah yang sekarang menjadi penduduk kelurahan Kereng Bangkirai. Total ada sekitar 6.000 jiwa yang tinggal di kelurahan ini.

Sebagian dari penduduk Kereng Bangkirai ada yang mendirikan rumah mereka diatas perairan danau. Fondasi rumah yang terbuat dari kayu dibenamkan kedalam air danau di titik yang kedalamannya dangkal. Diatas fondasi kayu itulah dibangun rumah sederhana yang dindingnya masih berupa papan.

Sementara bagian atapnya menggunakan lembaran seng. Karena rumah-rumah ini berada diatas air, maka akan sangat repot sekali bila mereka yang tinggal disana harus menggunakan perahu untuk menjangkau satu rumah menuju ke rumah lainnnya yang berdekatan. Oleh karena itu dibangunlah dek kayu untuk menghubungkan rumah-rumah tersebut. Kecuali bila ingin pergi ke rumah yang jauh diseberang danau, maka barulah digunakan perahu. Karena jarak yang harus ditempuh antara rumah yang berseberangan di sisi danau menjadi lebih dekat kalau menggunakan perahu, ketimbang harus mengitari danau.

Perahu yang bersandar di dermaga Kereng Bangkirai
Perahu yang bersandar di dermaga Kereng Bangkirai. Credit: Source
Banyak dari masyarakat setempat yang mencari nafkah dari membudidayakan ikan air tawar di danau Kereng Bangkirai. Ini bisa terlihat dari keramba yang tersebar di beberapa titik di perairan danau Kereng Bangkirai. Keramba ini terbuat dari susunan batang kayu yang merupakan fondasi utama bagi keramba. Sementara beberapa papan dihubungkan ke fondasi yang berupa batang kayu untuk digunakan sebagai tempat berjalan pada saat sedang berada di keramba.

Ikan air tawar dipelihara dengan cara menaruhnya pada bagian tengah keramba yang sisinya berbentuk persegi. Untuk mencegah ikan melarikan diri dari keramba, maka digunakanlah jaring yang dibenamkan dibawah air dan menutupi sebagian besar area keramba. Setiap hari pemiliknya akan mendatangi keramba mereka untuk memeriksa ikan dan juga memberi makan ikan.

Bagi masyarakat setempat, menggunakan keramba untuk memelihara ikan air tawar mempunyai beberapa keunggulan ketimbang bila harus membuat kolam di darat. Salah satu keuntungan tersebut adalah mereka bisa memperoleh pasokan air segar dari danau Kereng Bangkirai secara terus-menerus yang sangat baik bagi lingkungan pertumbuhan ikan air tawar. Meskipun arusnya tenang, namun air di danau Kereng Bangkirai terus mengalir. Sementara bila membuat kolam di darat, mereka harus mengganti air kolam secara teratur.

Selain ikan air yang dibudidayakan oleh masyarakat setempat di keramba, di danau Kereng Bangkirai juga ada beberapa ikan air tawar yang hidup secara liar. Sehingga danau ini merupakan tempat yang cocok untuk mereka yang gemar memancing. Jenis ikan yang paling banyak menghuni danau Kerang Bangkirai adalah ikan kapar. Ikan kapar dengan tubuh berbentuk pipih ini masih satu keluarga dengan ikan gurame, sehingga terlihat mirip. Ikan kapar sering dikonsumsi oleh masyarakat setempat. Namun belakangan ikan ini juga ditangkap untuk diperjual-belikan sebagai ikan hias.

Pemandangan Danau Kereng Bangkirai
Pemandangan Danau Kereng Bangkirai. Credit: Source
Bila ingin memancing di danau Kereng Bangkirai, sebaiknya membawa peralatan mancing sendiri. Karena didekat sini tidak ada toko yang menjual peralatan pancing. Umpan yang digunakan untuk memancing bisa berupa umpan buatan, tapi kalau ingin yang lebih seru gunakan saja ulat bumbung (bambu). Ulat bumbung adalah ulat seukuran jaring kelingking orang dewasa berwarna putih. Dengan bagian kepala agak lebih keras ketimbang tubuhnya. Warna kepalanya juga terlihat lebih gelap. Ulat ini sering digunakan sebagai pakan hewan peliharaan. Tentu saja ikan kapar juga menyukai ulat bumbung dengan tubuh yang mempunyai banyak lemak.

Sungai Katingan berikut dengan anak sungainya yang disebut dengan Danau Kereng Bangkirai merupakan bagian dari Taman Nasional Sebangau. Dengan kata lain Danau Kereng Bangkirai berikut dengan ekosistem yang ada disekelilingnya termasuk dalam kawasan yang dilindungi.

Lingkungan sekitar danau ini tersusun dari ekosistem gambut. Tanah pada ekosistem gambut terbentuk dari sisa tumbuhan yang berada dalam keadaan setengah membusuk. Karena itulah permukaan lahan gambut dipenuhi dengan bahan organik hasil proses pembusukan yang tidak selesai. Ekosistem gambut banyak sekali terdapat di pulau Kalimantan. Bahkan kota Palangkaraya dimana Danau Bangkirai berada berdiri diatas lahan gambut.

Thursday, November 10, 2022

Pesona Wisata Situ Bagendit Garut


Pesona Wisata Situ Bagendit Garut

Pemandangan di Situ Bagendit Garut
Credit: Source

Di daerah Garut terdapat objek wisata yang menarik untuk dikunjungi, Situ Bagendit merupakan danau alami yang terletak di Desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Indonesia. Penasaran dengan pesona dan legenda dari Situ Bagendit ini? Ayo lanjut kita bahas.

Danau ini memiliki pemandangan alam yang indah seperti pegunungan, persawahan serta perkampungan penduduk. Tak heran jika banyak wisatawan yang memanfaatkan kamera untuk berfoto di lokasi ini, karena latar belakangnya adalah danau disertai pegunungan. Danau ini sudah lama menjadi tempat wisata namun pada tahun 2020 Situ Bagendit mulai ditata dan direnovasi oleh pemerintah dimana saat itu gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berkontribusi pada proyek renovasi ini. Dan pada tahun 2022 seluruh kegiatan renovasi rampung, dan wajah Situ Bagendit sekarang lebih indah dari sebelumnya dimana banyak sekali tanaman eceng gondok yang mendominasi danau ini.

Suasana di tepi Situ Bagendit

Setelah direnovasi di Situ Bagendit ini terdapat dermaga yang berbentuk unik menjorok ke tengah danau serta terdapat dome berbentuk seperti tempurung kura-kura. Di dermaga kamu bisa berfoto ria dimana background danau dikelilingi pegunungan bisa kamu dapatkan. Sebagai informasi danau ini dikelilingi oleh Gunung Cikuray,  Gunung Guntur, dan Gunung Kaledong. Adapun dome yang bisa kamu manfaatkan sebagai tempat bersantai sambil menikmati pemandangan di tepi danau tanpa khawatir terkena sinar matahari maupun hujan.

Banyak sekali pedagang makanan yang terdapat di lokasi ini, jadi kamu tidak perlu khawatir bila kamu lapar dan ingin membeli makanan di lokasi ini. Ada pula berbagai saung yang bisa digunakan untuk makan sambil bersantai menikmati pemandangan di sekitar danau ini.

Rakit di Situ Bagendit

Banyak sekali aktivitas wisata yang kamu bisa lakukan di Situ Bagendit ini, kamu bisa menyewa rakit bambu dan sepeda air yang banyak sekali berjejer di tepian danau. Apabila kamu suka memancing, kamu pun bisa memancing di lokasi ini, kamu bisa membawa peralatan pancing sendiri atau menyewa di lokasi ini.

Selain pemandangan nya yang indah, Situ Bagendit ini mempunyai legenda yang menarik yaitu legenda Ronggeng Baged dan Nyi Endit yang tenggelam dimana peristiwa ini menjadi asal-usul nama Situ Bagendit. Legenda ini menceritakan Nyi Endit seorang janda kaya raya namun memiliki sifat kikir dan tidak mau menolong sesama.

Jam Operasional dan Harga Tiket Masuk

Untuk jam operasional Situ Bagendit ini adalah pukul 08.00-17.00 dan buka setiap hari. Adapun harga tiket masuk untuk Situ Bagendit adalah Rp. 10.000 untuk dewasa dan Rp. 5.000 untuk anak-anak.

Rute dan Transportasi Situ Bagendit

Situ Bagendit mempunyai jarak sekitar 4 km dari pusat kota Garut, dan mudah dijangkau oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Adapun transportasi umum yang melewati lokasi Situ Bagendit ini yaitu angkot jurusan Terminal Guntur - Banyuresmi yang ditandai dengan warna angkot oranye putih. Kamu tinggal minta kepada supirnya untuk turun di Situ Bagendit.

Fasilitas Situ Bagendit

Fasilitas di Situ Bagendit
Tepi Situ Bagendit

Banyak fasilitas yang terdapat di Situ Bagendit, diantaranya adalah:
  • Area Foodcourt
  • Toilet
  • Mushola
  • Amphitheater
  • Dermaga Wisata
  • Arena Bermain Anak
  • Menara Pandang
  • Area parkir mobil dan motor

Wahana Bermain

Wahana di Situ Bagendit
Sepeda Air di Situ Bagendit

Terdapat banyak rakit atau sepeda air yang disewakan dengan harga Rp. 20.000 untuk kamu bisa mengelilingi seluruh danau menggunakan wahana ini.

Situ Bagendit merupakan tempat wisata yang wajib kamu kunjungi bila kamu mengunjungi kota Garut, kunjungan kamu akan berkesan jika kamu menyempatkan untuk mengunjungi tempat wisata Situ Bagendit.

Friday, November 4, 2022

Mengenal Dieng Sebuah Negeri Di Atas Awan


Mengenal Dieng Sebuah Negeri Di Atas Awan

Dataran Tinggi Dieng Dari Atas Pegunungan
Pemandangan dataran tinggi Dieng dari atas pegunungan. Credit: Source

Pernahkah kalian mendengar lagu berjudul Negeri Di Awan yang dinyanyikan oleh Katon Bagaskara, di lagu ini terdapat potongan lirik yang menggambarkan tentang negeri di awan di mana kedamaian menjadi istananya. Ya kalimat ini bisa disandingkan dengan Dieng, sebuah Negeri Di Atas Awan. Ayo kita bahas.

Dataran tinggi Dieng adalah sebuah lokasi yang dimiliki oleh dua kabupaten yaitu Banjarnegara dan Wonosobo. Dieng sudah menjadi destinasi wisata unggulan khusus nya di Provinsi Jawa Tengah. Nama Dieng berasal dari bahasa Kawi dimana "di" yaitu tempat atau gunung dan "hyang" yang berarti Dewa, yang bila digabung bisa diartikan tempat bermukim nya dewa.

Dieng Di Pagi Hari
Suasana Dieng di pagi hari. Credit: Source

Dataran tinggi Dieng merupakan kawasan vulkanik aktif dengan ketinggian wilayah rata-rata diatas 2000 mdpl, yang membuat suhu rata-rata di kawasan ini mencapai 12-30 derajat celcius di siang hari, pada malam hari suhunya bisa mencapai 6-10 derajat celcius. Rekor suhu terendah yang pernah dicapai di kawasan ini adalah 0-2 derajat celcius pada musim kemarau, yang membuat lingkungan sekitar nya menjadi beku. Suhu dingin ini tidak disukai masyarakat setempat dikarenakan bisa mengancam tanaman pertanian milik warga setempat yang mayoritas bekerja sebagai petani, masyarakat menyebut suhu ekstrim tersebut adalah "bun upas" atau embun racun.

Aktifitas Vulkanik di Dieng
Kawasan vulkanik di daerah Dieng. Credit: Source

Saat kalian menuju Dieng, pemandangan kalian akan didominasi oleh ladang pertanian dan aktivitas masyarakat setempat saat bertani. Hal ini menjadikan Dieng sebagai salah satu penghasil sayuran terbesar untuk wilayah Jawa Tengah. Komoditi utama yang dihasilkan Dieng ini adalah Kentang adapun Kubis, Wortel dan Bawang. Ada pula buah Carica yang khas dihasilkan dari Dataran Tinggi Dieng ini, Carica merupakan buah yang masih kerabat dengan Pepaya yang biasanya diolah menjadi manisan khas Dieng.

Aktivitas Vulkanik Dataran Tinggi Dieng

Pada dasarnya Dieng merupakan dataran dimana dibawah permukaan tanahnya terdapat aktivitas vulkanik dan merupakan kaldera raksasa yang dikelilingi oleh gunung-gunung sebagai batas tepinya. Oleh karena itu Dieng memiliki banyak kawah-kawah vulkanik yang tersebar di wilayah ini sebagai tempat keluarnya uap air dan gas maupun material vulkanik lainnya. Adapun beberapa kawah vulkanik yang sangat beracun sehingga berbahaya bagi makhluk hidup khususnya manusia. Beberapa kawah juga menyerupai danau vulkanik, sehingga memiliki air yang bercampur dengan belerang yang membuat airnya menjadi berwarna hijau hingga kuning.

Objek Wisata di Dataran Tinggi Dieng

Wisata Dieng meliputi danau dan pegunungan
Wisata Dieng meliputi danau dan pegunungan. Credit: Source

Ada berbagai macam objek wisata yang berada di dataran tinggi dieng dan bisa dikategorikan yaitu Wisata Gunung, Wisata Danau, Wisata kawah vulkanik, Wisata Air Terjun, dan Wisata Candi.

Wisata Gunung

Ada berbagai macam gunung di kawasan Dieng ini, seperti Gunung Sumbing (3.387 m), Gunung Sindoro (3.150 m), Gunung Prahu (2.665 m), Gunung Pakuwaja (2.595 m) dan Gunung Sikunir (2.463 m).

Wisata Danau Vulkanik

Banyak danau atau telaga yang tersebar di wilayah ini seperti Telaga Warna yang mempunyai tempat semedi, Telaga Cebong, Telaga Merdada, Telaga Pengilon, Telaga Dringo dan Telaga Nila.

Wisata Kawah Vulkanik

Kawah vulkanik di Dieng
Kawah vulkanik di Dieng. Credit: Source
Seperti yang disebutkan di awal, bahwa dieng adalah kawasan yang berdiri diatas tanah vulkanik, maka banyak sekali kawah yang tersebar dan beberapa diantaranya berbahaya bila dikunjungi dikarenakan dapat mengeluarkan gas yang sangat beracun. Kawah-kawah tersebut antara lain:
  • Kawah Sikidang
  • Kawah Siglagah
  • Kawah Sibanteng
  • Kawah Sileri
  • Kawah Candradimuka
  • Kawah Sikendang
  • Kawah Sinila
  • Kawah Timbang
Kawah Sikidang salah satu kawah yang memiliki mitos dan legenda. Kawah utama dari kawah sikidang ini sering berpindah tempat yang sering dikaitkan dengan kidang (Kijang) yang mempunyai sifat suka melompat kesana kemari. Ada pula legenda tentang pangeran kijang bernama Kidang Garungan dimana pangeran ini mempunyai tubuh menyerupai manusia namun memiliki kepala menyerupai kijang, dan pangeran ini melamar seorang gadis desa bernama Shinta Dewi yang tidak ada seorang pun mau meminangnya.

Wisata Candi

Wisata Candi Dieng
Candi menjadi salah satu destinasi wisata Dieng. Credit: Source

Ada beberapa candi yang bisa dikunjungi di wilayah ini seperti Candi Arjuna, Candi Bima, dan Candi Dwarawati.

Masyarakat Dieng

Masyarakat Dieng sebagian besar adalah suku Jawa dan pemeluk agama Islam, namun kebudayaan Jawa yang melekat kental membuat masih banyaknya ritual adat Jawa yang dilakukan masyarakat disini, dimana masyarakat masih mempercayai tempat keramat dan mitos-mitos yang ada di Dataran Tinggi Dieng. Tidak heran jika sering dijumpai banyak ritual seperti pertapaan atau bakar kemenyan yang bisa dilihat di kawasan ini.


Tradisi Ruwatan Rambut Gimbal
Tradisi Ruwatan Rambut Gimbal. Credit: Source

Ada fenomena unik yang bisa ditemukan di Dieng yaitu terdapat anak berambut gimbal yang menjadi suatu legenda masyarakat Dieng. Dari sini timbul budaya yaitu "Ruwatan Rambut Gimbal" dimana anak yang berambut gimbal akan diarak dan diiringi oleh tarian serta musik tradisional. Anak tersebut akan dimandikan sebelum akhirnya rambut gimbal anak tersebut dicukur didepan Candi, biasanya dilakukan di depan Candi Arjuna diiringi dengan doa-doa, musik dan shalawatan. Setelah dicukur, permintaan yang sebelumnya diinginkan anak tersebut akan dipenuhi. Masyarakat akan merasa senang dan bersyukur saat anak mereka yang memiliki rambut gimbal sudah diruwat.

Kuliner Khas Dieng

Terdapat banyak makanan khas yang dihasilkan dari dataran tinggi Dieng seperti Manisan Carica, Purwaceng, Tempe Kemul, Mie Ongklok, Keripik Jamur, Kacang Dieng, Kentang Dieng dan Kemar.


Buah Carica Dieng
Buah Carica merupakan buah khas dari Dieng. Credit: Source

Manisan Carica merupakan oleh-oleh yang terkenal di Dieng, berbahan basar buah Carica yang direndam air gula lalu dikemas dalam bentuk cup. Rasanya sangat segar dan cocok sebagai pencuci mulut maupun penghilang dahaga.

Transportasi

Dieng mempunyai topografi dan geografi yang sebagian besar adalah gunung yang membuat jalur transportasi nya terbatas dan hanya bisa ditempuh oleh jalur darat. Ada berbagai macam transportasi yang dapat dipilih yaitu: Angkutan umum bus, taxi, travel, mobil pribadi dan sepeda motor.


Gunung Sumbing Dieng
Mobil dengan latar belakang gunung Sumbing. Credit: Source

Untuk menuju dieng, kalian bisa menuju kota transit seperti Purwokerto, Yogyakarta, Solo dan Semarang.

Dieng, sebuah negeri di atas awan dengan segala keunikan, sumber daya alam, dan budayanya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Dieng. Kawasan ini mampu menawarkan surga bagi para wisatawan dan mampu menjadi destinasi wisata bertaraf internasional.