Traveling | Rizkooblogsite - Welcome! Travel Culinary Tips And Reference

Rizkooblogsite - Welcome!: Traveling

Traveling

Showing posts with label Traveling. Show all posts
Showing posts with label Traveling. Show all posts

Tuesday, December 6, 2022

Mengenal Berbagai Festival Kebudayaan Di Indonesia


 

Mengenal Berbagai Festival Kebudayaan Di Indonesia

Indonesia terkenal dengan berbagai kebudayaannya yang selalu menarik untuk kamu ketahui lebih lanjut. Ya, negara tercinta kita ini memiliki begitu banyak kekayaan budaya yang seru untuk digali lebih dalam.

Indonesia sendiri sering disebut dengan sebutan raksasa tidur Asia Tenggara. Nah, hal ini memang benar adanya mengingat Indonesia memiliki lebih dari 18 ribu pulau dan gugusan pulau ini memiliki keanekaragaman yang luar biasa.

Menjelajahi Indonesia tentu saja akan menjadi sangat menyenangkan. Nah, kamu juga dapat menjelajahi Indonesia terutama jika kamu ingin mengetahui seperti apa festival-festival kebudayaan yang terdapat di Indonesia.

Nah, Pada kesempatan kali ini saya akan membahasnya dalam mengenal lebih dekat berbagai festival kebudayaan lokal Indonesia. Berikut inilah penjelasan mengenai festival kebudayaan lokal Indonesia.

1. Festival Pasola

Festival Pasola Sumba
Festival Pasola Sumba. Credit: Source

Inilah dia salah satu festival kebudayaan lokal Indonesia yang dapat kamu saksikan jika kamu berminat mengetahui kebudayaan lokal Indonesia yang unik dan menarik.

Festival ini adalah Festival Pasola. Festival Pasola sendiri bertempat di kawasan Sumba, Nusa Tenggara Barat. Pasola berasal dari kata ‘sola’ atau ‘hola’ yang berarti sejenis lembing kayu.

Pasola atau Pahola ini merupakan permainan adu ketangkasan dimana para pesertanya akan melempar lembing yang terbuat dari kayu dari atas punggung kuda yang sedang melaju dengan kencang.

Pasola sendiri dimainkan oleh dua kelompok. Kampung-kampung yang turut serta berpartisipasi dalam permainan pasola ini adalah Gaura, Wonokaka, Lamboya, dan Kodi.

Pasola ini diawali dengan upacara adat nyale. Nah, upacara adat nyale ini merupakan upacara guna mengungkapkan rasa syukur atas datangnya musim panen serta melimpahnya cacing laut di pinggir pantai.

Upacara adat nyale sendiri diselenggarakan pada waktu bulan purnama dan cacing laut (nyale) muncul di tepi pantai. Nah, tanpa adanya nyale, pasola ini tidak dapat diselenggarakan.

Pasola sendiri akan dilaksanakan di kawasan lapangan atau tanah yang luas. Kegiatan pasola ini akan disaksikan oleh warga setempat, masyarakat umum serta wisatawan.

Festival pasola sendiri biasanya dilaksanakan sekitar bulan Februari hingga Maret di setiap tahunnya. Pasola adalah merupakan bagian dari serangkaian upacara tradisional yang dilaksanakan oleh masyarakat Sumba yang menganut agama lokal masyarakat Sumba, yaitu Marapu.

2. Festival Cap Go Meh

Festival Cap Go Meh di Singkawang
Festival Cap Go Meh di Singkawang. Credit: Source

Nah, selanjutnya inilah dia festival yang dapat kamu kunjungi jika kamu ingin mengenal lebih dekat festival lokal Indonesia lainnya. Ya, festival ini merupakan Festival Cap Go Meh.

Festival Cap Go Meh ini dilaksanakan di daerah Singkawang, Kalimantan Barat. Cap Go Meh dilaksanakan pada hari ke 15 setelah tahun baru Imlek.

Di daerah Singkawang, Kalimantan Barat ini, Festival Cap Go Meh dilaksanakan dengan sangat meriah. Bahkan festival ini juga disebut sebagai salah satu festival terbesar di Asia Tenggara.

Nah, ritual terpenting dan paling menarik sepanjang festival ini adalah festival Tatung. Tatung sendiri merupakan ritual menolak roh jahat dan mengusir kemalangan di sepanjang tahun.

Selama ritual, para Tatung yang telah dirasuki oleh dewa-dewa kemudian akan mengalami trance dan mempu melakukan tindakan-tindakan yang diluar kewajaran manusia biasa.

Nah, para Tatung ini akan melakukan berbagai atraksi menegangkan seperti menusuk-nusukkan kawat baja, paku, hingga menginjak pedang tanpa terluka sama sekali.

Setiap tahunnya, ritual ini akan diikuti oleh ratusan Tatung. Nah, selain itu, setiap rombongan Tatung akan diiringi oleh sekitar 30 orang yang bertugas untuk memandu Tatung, bermain alat music, membacakan doa untuk Tatung dan membawa bendera rombongan.

Nah, para wisatawan akan disediakan panggung untuk menonton atraksi Tatung ini. Festival Cap Go Meh di Singkawang ini biasanya diadakan sekitar bulan Maret.

3. Festival Bakar Tongkang

Festival Bakar Tongkang
Festival Bakar Tongkang. Credit: Source

Festival selanjutnya yang dapat kamu sambangi jika kamu ingin melihat sisi keunikan yang dimiliki oleh Indonesia. Festival ini adalah Festival Bakar Tongkang.

Festival ini dilaksanakan di daerah Bagan Siapi-api, Riau. Ritual ini bertujuan untuk mengenang leluhur mereka yang menemukan Bagan Siapi-api sekitar ratusan tahun yang lalu.

Selain itu, ritual ini juga bertujuan untuk perwujudan rasa syukur kepada Dewa Ki Ong Ya dan Dewa Tai Su Ong. Ritual ini bermula pada tahun 1826 dimana pada waktu tersebut terdapat sekitar 18 orang yang merantau dari Provinsi Fu Jian, China.

Mereka semua berlayar dengan menggunakan tiga buah kapal tongkang. Dan dari tiga buah kapal tersebut, ternyata hanya ada satu kapal yang berhasil selamat sampai tujuan.

Ketika sampai di tempat tujuan, mereka menemukan sebuah daratan yang masih berupa hutan. Di daerah itulah kemudian mereka membangun sebuah pemukiman yang terkenal dengan sebutan Bagan Siapi-api.

Kemudian, mereka membakar tongkang mereka sebagai tanda bahwa mereka tidak ingin pergi dari tempat tersebut. Hingga saat ini, setiap tahunnya warga Bagan Siapi-api membuat replika tongkang dan membakarnya sebagai bentuk mengenang leluhur mereka.

Selain itu, tongkang ini akan dibawa untuk diarak warga dalam sebuah pawai lalu kemudian akan dibakar. Nah, disekeliling tongkang akan ditaruh banyak kertas kuning yang berisi doa dari para penduduk Bagan Siapi-api.

Puncak dari ritual bakar tongkang ini adalah melihat tiang replika tongkang tersebut hancur dan jatuh ke tanah. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, jika tiang replika tongkang jatuh ke arah lautan maka rezeki tahun ini akan banyak berasal dari lautan.

Nah, tetapi jika tiang replika tongkang tersebut jatuh ke arah daratan, maka rezeki tahun ini akan banyak berasal dari daratan. Ritual Bakar Tongkang sendiri biasanya diadakan sekitar tanggal 16 pada bulan ke lima sesuai dengan perhitungan tahun lunar (Go Cap Lak).

Ritual Bakar Tongkang ini kurang lebih akan dilaksanakan sekitar bulan Juni. Untuk kamu yang ingin melihat keunikan festival yang satu ini, kamu dapat mulai mengagendakan kedatangan di Bagan Siapi-api sekitar bulan Juni.

4. Festival Lembah Baliem

Suku Dani mengadakan Festival Lembah Baliem. Credit: Source

Festival unik selanjutnya yang dapat kamu sambangi untuk menambah pengalaman baru adalah Festival Lembah Baliem. Festival ini biasanya diselenggarakan di Lembah Baliem, Pegunungan Jaya Wijaya, Papua.

Lembah Baliem sendiri merupakan sebuah lembah yang terdapat di Pegunungan Jaya Wijaya. Lembah Baliem ini terletak pada ketinggian sekitar 1600 mdpl.

Lembah Baliem ini merupakan tempat tinggal bagi Suku Dani, Yali dan Lani. Lembah Baliem sendiri kini dibuka terbatas sejak adanya Festival Lembah Baliem sekitar tahun 1989.

Festival Lembah Baliem sendiri awalnya merupakan acara perang antar suku Dani, Lani dan Yali sebagai lambang kesejahteraan dan kesuburan.

Dengan menyaksikan festival unik yang satu ini, kamu dapat menyaksikan kehebatan ketiga suku ini dalam berperang. Tentunya merupakan salah satu pengalaman yang berbeda untuk dimiliki, bukan?

Festival Lembah Baliem ini menampilkan atraksi-atraksi tarian perang, pertikaian antarsuku, tari tradisional dan music. Selain itu, kamu juga dapat membedakan orang-orang antar suku melalui pakaian tradisional yang mereka kenakan.

Festival Lembah Baliem ini juga turut dimeriahkan dengan pesta babi yang dimasak di dalam tanah (bakar batu). Selain itu, festival ini juga dimeriahkan dengan pameran seni dan kerajinan tangan.

Nah, di waktu akhir peperangan, biasanya akan terdapat acara makan bersama yang dilaksanakan di dekat arena perang. Festival Lembah Baliem ini biasanya dilaksanakan sekitar bulan Agustus di setiap tahunnya. Festival ini biasanya memakan waktu sekitar 3 hari.

5. Festival Rambu Solo

Festival Rambu Solo di Toraja
Festival Rambu Solo di Toraja. Credit: Source

Festival selanjutnya yang dapat kamu kunjungi karena keunikannya adalah Festival Rambu Solo. Festival ini biasanya diadakan di sekitar daerah Toraja, Sulawesi Utara.

Festival Rambu Solo merupakan sebuah festival yang secara harafiah dalam bahasa Toraja berarti asap yang mengarah ke bawah. Di festival ini, kamu dapat melihat upacara adat kematian warga Toraja.

Upacara ini bertujuan untuk menghormati dan mengantarkan warga Toraja yang meninggal tersebut untuk menuju tempat peristirahatan abadi mereka bersama para leluhur.

Menurut warga lokal, upacara ini merupakan upacara kesempurnaan meninggal seseorang karena warga lokal beranggapan baru akan sempurna jika sudah melakukan upacara Rambu Solo ini.

Di dalam upacara adat yang satu ini, terdapat pula atraksi budaya adu kerbau. Atraksi budaya adu kerbau dalam bahasa lokal setempat disebut juga sebagai Mapasilaga Tedong.

Setelah diadu, kerbau tersebut kemudian akan dikorbankan. Kerbau yang boleh dikorbankan sendiri bukan sembarang kerbau, melainkan harus merupakan kerbau dengan jenis bule Tedong Bonga.

Di dalam upacara ini, juga terdapat pementasan music dan tarian Toraja. Festival Rambu Solo sendiri biasanya diadakan setiap bulan Juli hingga September setiap tahunnya.

Nah, bagi kamu yang ingin melihat secara langsung upacara adat yang satu ini dapat segera mengosongkan waktu pada bulan Juli hingga September dan mengunjungi Toraja, Sulawesi Utara.

6. Festival Kebudayaan Dieng

Festival Kebudayaan Dieng
Festival Kebudayaan Dieng. Credit: Source

Inilah dia festival unik selanjutnya yang sudah sering kita dengar dewasa ini. Ya, festival ini adalah Festival Kebudayaan Dieng.

Festival Kebudayaan Dieng diselenggarakan di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Festival ini merupakan pesta budaya yang diadakan di Kawasan Wisata Dieng.

Festival yang satu ini telah diselenggarakan sejak tahun 2010. Pada festival ini, biasanya diselenggarakan prosesi ruwatan rambut gimbal.

Di Dataran Dieng ini memang terdapat fenomena unik berupa anak-anak yang berambut gimbal (anak bajang).

Sebelum acara pemotongan rambut ini berlangsung, biasanya telah terdapat ritual doa yang dilakukan di Candi Dwarawati, Komplek Candi Arjuna, Sendang Maerokoco, Candi Gatotkaca, Telaga Balaikambang, Candi Bima, Kawah Sikidang, Gua di Telaga Warna, Kali Pepek dan tempat pemakaman Dieng.

Setelah didoakan, pada keesokan harinya, baru dilakukan proses kirab menuju tempat pencukuran. Masyarakat Dieng sendiri percaya bahwa anak-anak gimbal ini merupakan keturunan Kyai Kolodete.

Nah, masyarakat lokal sendiri juga mempercayai bahwa semakin banyak anak gimbal yang terdapat di sekitar kawasan Dieng, maka semakin sejahteralah mereka.

Selain ruwatan anak gimbal, Festival Kebudayaan Dieng ini juga menampilkan atraksi seni budaya, wayang kulit, tari tradisional, kembang api dan pameran kerajinan khas Pegunungan Dieng.

Festival Kebudayaan Dieng ini diselenggarakan setiap tahun, khususnya pada sekitar awal bulan Agustus. Nah, bagi kamu yang berencana untuk menyaksikan secara langsung festival ini tentu saja dapat mulai mengagendakan untuk mengunjungi Dieng pada awal bulan Agustus.

7. Festival Budaya Erau

Festival Budaya Erau
Festival Budaya Erau. Credit: Source

Inilah dia festival budaya selanjutnya yang dapat kamu sambangi jika kamu ingin memiliki kesempatan untuk mengunjungi festival unik yang terdapat di Indonesia.

Ya, selanjutnya kamu dapat mencoba untuk mengunjungi Festival Budaya Erau. Festival ini biasanya diselenggarakan di sekitar kawasan Kutai, Kalimantan Timur.

Erau sendiri dalam bahasa lokal Kutai berarti bersuka cita, hilir mudik dan bergembira. Nampaknya arti kata ini dapat disesuaikan dengan tujuan diselenggarakan festival budaya yang satu ini.

Festival Erau sendiri pertama kali diselenggarakan sekitar abad ke 14. Pada waktu abad tersebut, putra tunggal petinggi negeri Jahitan Layar, Aji Batara Agung Dewa Sakti, sedang berusia sekitar lima tahun.

Nah, sebagai tanda bahwa anak tersebut telah diperbolehkan untuk bermain di luar rumah, kemudian diadakanlah kegiatan tijak tanah dan mendi ke tepian.

Masyarakat lokal pun bergembira dan mengadakan pesta selama 40 hari 40 malam. Sejak saat itulah Erau selalu dijadikan sebagai upacara pengukuhan raja-raja baru.

Erau sendiri merupakan upacara yang sudah ada sejak lama dan konon merupakan salah satu dari upacara kebudayaan tertua di Indonesia.

Salah satu prosesi yang terdapat di dalam Festival Erau adalah Upacara Beluluh. Upacara ini diadakan di halaman depan Kedaton Kasultanan Kutai Kertanegara.

Upacara ini juga bertujuan agar Sultan bersih dari unsur-unsur jahat. Selain Upacara Beluluh, pada festival ini juga biasanya pada Festival Erau juga menampilkan Upacara Bapelas, tari-tarian yang dipentaskan oleh pihak kesultanan, dan tarian sacral oleh Dewi dan Belian.

Upacara yang satu ini biasanya diselenggarakan sekitar awal bulan Agustus. Nah, untuk kamu yang ingin menyaksikan keunikan yang disuguhkan upacara ini, dapat mulai merencanakan waktu untuk mengunjungi upacara unik yang satu ini.

8. Upacara Pacu Jawi

Upacara Pacu Jawi
Upacara Pacu Jawi. Credit: Source

Selanjutnya, inilah dia upacara yang dapat kamu sambangi jika kamu ingin menyaksikan upacara unik yang terdapat di Indonesia. Upacara ini dinamakan dengan Upacara Pacu Jawi.

Pacu Jawi atau balapan sapi merupakan sebuah upacara yang diselenggarakan setiap tiga kali setahun di kawasan Tanah Datar, Sumatera Barat.

Festival ini diselenggarakan selama bergiliran selama empat minggu di Kabupaten Tanah Datar, meliputi Kecamatan Pariangan, Rambatan, Lima Kaum dan Sungai Tarab.

Festival Pacu Jawi ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Selain itu, festival ini juga awalnya bertujuan sebagai sarana hiburan masyarakat setelah musim panen.

Festival Pacu Jawi ini diselenggarakan di sawah-sawah yang berlumpur sehabis panen. Nah, festival ini menampilkan keunikan berupa sepasang sapi yang berlari tanpa lawan.

Seorang joki akan mengendarai sepasang sapi sambil berpijak pada alat pacu sambil memegang tali dan menggigit ekor sapi. Dengan menggigit ekor sapi, maka sapi ini akan melaju dengan lebih cepat.

Yang menjadi penilaian adalah sapi ini harus melaju dengan lurus di sepanjang lintasan. Atraksi ini juga dilengkapi dengan tari-tarian tradisional dan permainan alat musik tradisional.

Jika kamu berminat untuk menyaksikan secara langsung festival unik yang satu ini, kamu dapat mengunjungi kawasan Tanah Datar, Sumatera Barat sekitar bulan Oktober setiap bulannya.

Nah, itulah dia pembahasan mengenai mengenal lebih dekat berbagai festival kebudayaan lokal Indonesia. Ternyata ada begitu banyak festival kebudayaan di Indonesia yang menarik untuk kamu saksikan secara lebih dekat.

Happy traveling!

Saturday, December 3, 2022

Mengenal Low Season dan High Season, mana yang kalian pilih?


Mengenal Low Season dan High Season, mana yang kalian pilih?

Dalam dunia traveling, kalian mungkin pernah mendengar istilah ‘high season’, ‘peak season’, ‘low season’, dan ‘shoulder season’. Namun sebetulnya, apa sih definisi dari masing-masing istilah tersebut? Apa artinya ‘high season’? Apa bedanya ‘high season’ dengan ‘peak season’? Benarkah ‘low season’ merupakan momen terbaik untuk melakukan traveling? Dan, apa sih maksudnya ‘shoulder season’ itu?

Yuk, mari kenali perbedaan dari masing-masing istilah tersebut. Dengan mengenali perbedaan antara high season, peak season, low season, dan shoulder season; traveller diharapkan dapat mengenali apa keuntungan dan kerugiannya jika melakukan traveling pada periode-periode tersebut.

Traveller pun bisa mengetahui kapan saja periode high season, peak season, low season, maupun shoulder season di negara tujuan wisata yang diinginkan. Otomatis traveller pun dapat menemukan periode liburan terbaik sesuai dengan selera dan juga budget.

PS: Oya, istilah keempat musim liburan ini sengaja menggunakan istilah aslinya (alias tidak di-Bahasa Indonesia-kan) karena belum menemukan kata serapan yang tepat.

*             *             *             *             *

HIGH SEASON

1. Apa Sih High Season Itu?

High season merupakan musim paling populer untuk pergi liburan; biasanya karena bertepatan dengan periode liburan sekolah atau periode liburan lainnya yang berlaku nasional.

Pantai yang penuh dengan pengunjung. Credit: Source

Ciri utama dari high season ini adalah meningkatnya lalu lintas orang yang akan pergi berlibur, yang otomatis meningkatkan tingkat kepadatan pengunjung di daerah tujuan wisata. Namun, secara umum, peningkatan jumlah wisatawan yang berlibur pada high season ini masih lebih bersahabat dibanding peak season (lihat bagian ‘peak season’ untuk detail lengkapnya).

2. Sisi Positif High Season:

Pada periode high season, cuaca biasanya relatif lebih bersahabat. Cuaca buruk pun relatif jarang terjadi, sehingga kalian bisa lebih leluasa untuk menikmati momen liburan. High season juga biasanya menjadi momen yang tepat untuk menikmati suasana liburan outdoor, seperti melakukan hiking maupun mengunjungi pantai.

Di beberapa negara (khususnya negara-negara Eropa), high season biasanya terjadi pada musim panas. Otomatis sinar matahari lebih lama menyapa hari (kadang bisa sampai di atas jam 9-10 malam).

Karena banyaknya pengunjung, biasanya jam operasional tempat wisata pun lebih panjang dibanding musim liburan lainnya. Tempat wisata pun lebih banyak yang buka, sehingga kalian memiliki lebih banyak pilihan obyek wisata.

High season pun biasanya dimeriahkan dengan berbagai festival seru, entah itu festival musik maupun festival budaya. Contohnya jika kalian bepergian ke Jepang pada high season (kira-kira jatuh pada awal musim semi), biasanya akan ada banyak festival bertema Sakura. Atau jika pergi ke negara-negara Eropa di musim panas, umumnya banyak festival musik yang diadakan pada high season.

Pada high season, biasanya lebih banyak program tour yang diadakan di sebuah tempat. Kalian yang masih bingung menentukan itinerary bisa memanfaatkan aneka program tour yang ditawarkan.

Secara umum, suasana liburan akan lebih terasa karena kalian bisa melihat turis dimana-mana. Namun, tingkat kepadatan wisata di high season ini biasanya masih lebih rendah dibanding peak season, jadi level keramaiannya masih bisa ditoleransi.

Bagi kalian yang suka dengan suasana ramai, high season ini bisa menjadi musim yang menyenangkan karena suasana hostel biasanya lebih ramai dibanding musim lainnya.

3. Sisi Negatif High Season:

Sesuai hukum “supply and demand”, tingginya permintaan wisata pada high season juga membuat harga-harga melonjak. Jangan heran kalau pada high season rate kamar hotel dan hostel lebih tinggi 50-100% dari rate normal.

Begitu juga dengan harga tiket transportasi (seperti pesawat), umumnya lebih tinggi saat periode high season.

Antrian panjang dimana-mana! Sejalan dengan meningkatnya jumlah turis yang memadati sebuah tujuan wisata, jangan heran jika kalian akan melihat antrian yang mengular; mulai dari naik transportasi umum hingga antrian untuk masuk ke tempat wisata. Akibatnya, waktu untuk main dan bersenang-senang pun jadi terbatas karena terlalu lama mengantri.

Untuk negara-negara dengan sistem transportasi massal yang masih belum baik, high season juga bisa menjadi penyebab terjadinya kemacetan dimana-mana.

Bagi kalian yang kurang menyukai suasana ramai, traveling saat high season mungkin akan terasa seperti sebuah hukuman. Habisnya, kemana kalian melangkah, akan ada banyak orang yang bisa kalian temui. Bisa jadi kalian bakalan sulit menikmati keindahan sebuah tempat wisata, karena sejauh mata memandang yang terlihat hanyalah orang saja.

Biasanya akan lebih sulit menemukan akomodasi yang sesuai budget pada high season. Kalian juga akan lebih sulit menemukan kamar kosong seandainya saja tiba-tiba ingin pindah tempat menginap.

4. Kapan Periode High Season Itu Terjadi?

Jika pertanyaannya adalah “kapan”, maka jawabannya bisa sangat bervariasi. Periode high season bisa berbeda-beda untuk setiap daerah, apalagi setiap negara. Namun sebagai gambaran umum, berikut ini perkiraan high season yang ada di beberapa negara tujuan wisata populer dunia:

Indonesia:

High season di Indonesia terjadi pada periode liburan keagamaan dan liburan nasional seperti pada momen Imlek, libur Lebaran, serta pada liburan sekolah. Untuk Bali, high season juga terjadi selama bulan Agustus, walau pada saat itu tidak semua hotel akan menaikkan harganya pada periode tersebut.

Diluar waktu-waktu tersebut, musim kemarau menjadi musim ramai untuk pariwisata Indonesia. Harga-harga tiket dan hotel biasanya sedikit lebih tinggi pada bulan April-Oktober, yaitu saat hujan (secara teori) lagi jarang-jarangnya menyapa bumi. Pertengahan Juni hingga pertengahan Juli pun kerap dianggap sebagai high season, karena biasanya liburan sekolah terjadi pada waktu-waktu tersebut.

Asia:

High season negara-negara di Asia bisa sangat berbeda satu sama lainnya. Penyebabnya beragam, mulai dari perbedaan musim liburan, hingga perbedaan cuaca antara satu negara dengan negara lain.

Sebagai contoh, high season di Malaysia biasanya terjadi pada bulan Juni-Agustus. Kadang-kadang berlangsung hingga pertengahan September. Namun untuk wilayah Langkawi, biasanya high season terjadi pada bulan Januari-Maret, saat cuaca sedang bersahabat.

Untuk sebagian besar wilayah Thailand, high season terjadi pada bulan November hingga akhir Januari. Beberapa hotel bahkan sengaja memperpanjang high season hingga bulan Maret-April. Pada momen high season ini, harga hotel biasanya naik antara 30-100%. Sedangkan untuk daerah Koh Samui dan beberapa pulau lainnya, high season baru akan dimulai pada bulan Desember.

Sedangkan untuk negara Jepang beda lagi. High season biasanya terjadi pada musim semi, khususnya saat bunga Sakura mulai bermekaran (kira-kira bulan Maret-April), dan saat daun-daun mulai berubah warna di musim gugur.

Eropa:

High season di negara-negara Eropa biasanya jatuh pada musim panas, yaitu antara pertengahan Juni hingga akhir Agustus. Pada momen-momen tersebut, siang hari bisa sangat panjang karena matahari baru tenggelam jam 21.30-22.00. Kebayang nggak, bisa puas banget kan main-main menjelajah berbagai tempat wisata di Eropa saat musim panas?

Amerika & Kanada:

Untuk wilayah Amerika, high season rata-rata terjadi mulai dari musim semi hingga musim gugur, yaitu kira-kira antara bulan Mei hingga September. Untuk wilayah East Coast (seperti Maine, New England, New York, dan Washington DC), bulan Mei-Juni dan September-Oktober bisa dianggap sebagai high season.

Pada waktu tersebut, cuaca betul-betul sedang sangat bersahabat untuk merencanakan traveling. Sedangkan untuk Kanada, bulan April-Oktober kerap dianggap sebagai musim terbaik untuk mengunjungi negara tersebut (high season).

Australia:

Untuk Australia, high season biasanya terjadi antara bulan April hingga September, yaitu saat musim gugur hingga musim semi. Pada masa-masa tersebut, hampir seluruh tempat wisata akan beroperasi.

Menariknya, pada high season ini kadang kalian justru akan mendapatkan berbagai penawaran terbaik, seperti tiket pesawat yang lebih murah dibanding musim lainnya. Masih banyak penawaran menarik lainnya yang akhirnya membuat high season di Australia semakin meriah.

Afrika:

Berminat untuk mengunjungi Afrika Selatan? Jika kalian menyukai suasana wisata yang ramai, berkunjunglah pada periode high season yang jatuh antara bulan Oktober hingga Maret.

*             *             *             *             *

PEAK SEASON

Tembok Besar Cina saat tengah dipadati oleh wisatawan, via kotaku

1. High Season VS Peak Season

Beberapa traveler ada yang menyamakan high season dengan peak season, sehingga musim liburan hanya dibagi menjadi 3 periode saja: high/peak season,low season, dan shoulder season. Namun ada juga yang memisahkan antara high season dan peak season.

Ilustrasi momen padat pengunjung saat peak season. Credit: Source

Perbedaan antara high season dan peak season memang tidak terlalu banyak, sehingga batas antara kedua periode liburan tersebut kadang bias. Walau sebetulnya nggak penting juga untuk diperdebatkan, namun nggak ada salahnya kita mengetahui apa sih bedanya antara high season dengan peak season.

Jika high season disebut-sebut sebagai musim populer untuk berlibur dan identik dengan segala keramaian serta kepadatan turis, maka peak season lebih dari itu. Peak season ini menandakan waktu paling padat dalam sebuah musim liburan; biasanya karena periodenya bertepatan dengan libur nasional maupun libur internasional (seperti pada periode libur akhir tahun dan tahun baru).

Peak season juga bisa terjadi jika ada masa liburan sekolah yang jatuh pada periode high season, sehingga membuat tingkat lalu lintas pariwisata menjadi semakin padat.

2. Sisi Positif Peak Season

Tak jauh beda dengan high season, peak season juga bisa menjadi momen liburan yang menyenangkan, khususnya bagi mereka yang menyukai keramaian.

Karena momen peak season ini kerap bersamaan dengan momen liburan sekolah, kalian nggak akan sulit menemukan obyek wisata ramah keluarga yang beroperasi di peak season (dengan konsekuensi waktu antrian yang lebih lama dan suasana yang lebih padat).

3. Sisi Negatif Peak Season

Harga-harga akan melonjak lebih tinggi dibanding high season. Misalnya saja untuk akomodasi, rate-nya bisa lebih dari 150% dibanding rate normal. Beberapa tempat makan mungkin akan menerapkan charge tambahan yang lebih tinggi dari rate normal.

Tingginya arus wisatawan juga membuat kalian akan lebih sulit lagi menemukan kamar kosong dibanding saat high season. Kalian mungkin harus melakukan booking 2-3 bulan sebelum tanggal yang diinginkan.

Jika suasana wisata saat high season saja sudah dipenuhi oleh wisatawan, maka peak season lebih dari itu. Kalian mungkin harus antri lebih lama lagi untuk bisa memasuki sebuah obyek wisata. Kalian pun mungkin harus ekstra susah payah mencari tempat kosong untuk berjemur di pantai favorit.

Saat high season, kalian mungkin masih bisa menemukan obyek wisata yang masih relatif sepi pengunjung (misalnya saja obyek wisata yang tidak terlalu populer). Namun saat peak season, hampir semua obyek wisata akan dipenuhi oleh pengunjung (dengan tingkat keramaian yang berbeda-beda).

Padatnya arus wisatawan mungkin saja akan membuat sejumlah tempat sengaja menaikkan harga jualnya (lebih tinggi dibanding saat high season).

Jangan heran kalau kalian akan terkena kemacetan yang lebih padat dibanding saat high season, apalagi jika dibandingkan dengan hari biasa.

Kalian akan lebih sulit menawar harga, entah saat naik kendaraan umum/menyewa kendaraan, maupun saat belanja. Itu karena para pedagang umumnya berpikiran, jika selalu akan ada pembeli lain yang membeli barang dagangan mereka.

Untuk beberapa wilayah, tingginya arus wisatawan hampir selalu berbanding lurus dengan tingginya jumlah sampah yang akan kalian lihat di sebuah obyek wisata.

Suasana mungkin saja akan lebih hectic dari biasanya, karena banyak wisatawan yang baru bisa liburan saat peak season, sementara tingkat kepadatan di obyek wisata lebih tinggi dibanding high season. Kalian mungkin akan sulit untuk merasakan suasana liburan yang sesungguhnya, kecuali jika berwisata dipeak season sambil menyewa resort private ya.

4. Kapan Sih Peak Season Itu Terjadi?

Sama seperti high season, periode peak season pun bisa berbeda untuk tiap negara. Namun, bulan Desember-Januari kerap menjadi peak season di banyak negara karena bertepatan dengan periode libur akhir tahun dan tahun baru. Beberapa negara yang memiliki peak season selain bulan Desember-Januari bisa dilihat dibawah ini:

Indonesia dan mayoritas negara lainnya di dunia:

Sama seperti mayoritas negara lain di dunia, peak season di Indonesia umumnya terjadi pada masa liburan akhir tahun dan liburan tahun baru (kira-kira mulai tanggal 20 Desember sampai awal Januari). Australia dan negara-negara di Afrika pun umumnya mengalami peak season saat liburan akhir tahun.

Asia:

Di Malaysia, ada dua periode peak season. Selain pada saat periode liburan akhir tahun-tahun baru, peak season juga kerap terjadi pada bulan Juni hingga Agustus. Kebanyakan negara di Asia dan Timur Tengah memiliki masa liburan sekolah pada bulan-bulan tersebut, dan Malaysia menjadi negara tujuan liburan favorit untuk keluarga yang memiliki anak-anak.

Suasana berbeda bisa kalian temukan di Jepang. Peak season di negara tersebut terjadi tak hanya saat liburan akhir tahun dan tahun baru (27 Desember-4 Januari), namun juga pada periode liburan “Golden Week” (29 April-5 Mei) dan Bon Festival (satu minggu di sekitar tanggal 15 Agustus).

Orang Jepang jarang memiliki waktu liburan, dan mereka baru pergi berlibur pada ketiga periode liburan tersebut. Bagi yang nggak suka keramaian, sebaiknya hindari melakukan wisata ke Jepang pada ketiga momen liburan tersebut.

Sedangkan untuk Korea Selatan, peak season biasanya terjadi pada minggu terakhir di bulan Juli hingga pertengahan Agustus; Jumat terakhir di bulan April-Sabtu pertama di bulan Mei (periode jatuhnya beberapa hari libur yang berdekatan); serta minggu terakhir di bulan Oktober hingga minggu kedua di bulan November.

Amerika, Kanada, Eropa:

Peak season di Amerika dan Kanada terjadi saat musim panas (Juni-Agustus), karena pada saat itu siang hari hangat dan malam hari dingin. Ada banyak paket wisata untuk hiking, sightseeing, tur dalam kota, hingga festival musik. Pada liburan musim panas pun sekolah akan diliburkan, sehingga obyek wisata akan ramai oleh pengunjung.

Di Eropa pun tak jauh berbeda. Umumnya peak season terjadi saat musim panas tiba. Hanya saja, saat bertepatan dengan liburan musim panas, banyak toko yang sengaja tidak beroperasi karena pemiliknya memilih berlibur ke tempat lain.

*             *             *             *             *

LOW SEASON

Pantai yang tampak lengang saat low season. Credit: Source

1. Definisi Low Season

Bagi budget traveller, low season (kadang ada juga yang menyebutnya sebagai ‘off season’) selalu menjadi sahabat terbaik yang dinanti-nanti. Kebalikan darihigh season, low season merupakan musim liburan yang terjadi saat permintaan untuk liburan berkurang drastis dibanding musim liburan lainnya.

Low season biasanya terjadi diluar musim liburan, sehingga tak banyak wisatawan yang bepergian karena sibuk dengan rutinitas masing-masing. Low seasonbisa juga disebabkan karena musim atau iklim di sebuah destinasi wisata sedang kurang bersahabat

Misalnya saja, saat tengah musim hujan atau saat badai sedang sering menyapa sebuah daerah. Karena itulah jumlah wisatawan yang berwisata ke daerah tersebut relatif lebih sedikit dibanding hari biasa, dan suasana pun akan jauh lebih lenggang.

Terdengar menyenangkan ya? Apalagi jika kalian bukan penikmat suasana ramai. Namun tentu saja low season pun juga memiliki sisi positif dan sisi negatif, sama seperti saat high season dan saat peak season. Untuk detailnya, simak di poin B dan C berikut ini:

2. Sisi Positif Low Season

Karena jumlah wisatawan yang berwisata lebih sedikit dibanding musim lainnya, otomatis suasana di destinasi wisata pun jauh lebih lenggang dibanding musim liburan lainnya. Kalian akan lebih bisa menikmati suasana santai dan refreshing disaat low season.

Harga tiket pesawat umumnya jauh lebih murah saat low season. Bahkan terkadang kalian akan mendapatkan penawaran yang betul-betul menarik, misalnya saja promo diskon tiket hingga lebih dari 50%.

Selain harganya lebih murah, moda transportasi juga umumnya tidak terlalu penuh oleh wisatawan, sehingga nggak perlu booking beberapa bulan sebelumnya.

Begitu juga dengan harga kamar hotel, umumnya menawarkan rate yang lebih rendah dibanding musim liburan lainnya. Kadang rate tersebut sudah di-bundling dengan penawaran lain yang nggak kalah asyik seperti include fasilitas sarapan.

Kalian pun akan lebih mudah menemukan paket diskon wisata saat low season, seperti diskon makan di restoran, diskon masuk ke obyek wisata tertentu, dan lain-lain. Kadang ada juga lho yang menawarkan promo bundling tiket pesawat dan kamar hotel, sehingga harganya jauh lebih murah dan bersahabat dengan kantong.

Dan, kalian juga akan lebih mudah menemukan kamar kosong. Malah mungkin saja kalian akan mendapatkan kamar terbaik tanpa harus booking jauh-jauh hari sebelumnya. Untuk beberapa tipe akomodasi, mungkin saja kalian akan bisa menawar harga sehingga menjadi sedikit lebih murah.

Kalian akan lebih mudah menawar barang (saat belanja) karena saingannya tidak terlalu banyak.

Penduduk lokal umumnya lebih terbuka dan ramah saat menyambut wisatawan karena mereka tidak se-stress saat high season dan peak season.

Antrian di berbagai tempat wisata (kecuali tempat wisata super populer seperti Disneyland) tak sebanyak musim lainnya. Jadi kalian nggak perlu menambahkan kata “stress karena kelamaan antri” dalam momen liburan.

Di beberapa negara, banyak yang sengaja mengadakan event-event khusus untuk menarik wisatawan agar mengunjungi negara tersebut saat low season tiba.

Beberapa negara pun justru akan terlihat lebih cantik saat low season. Misalnya saja, kota-kota di Eropa akan terlihat menarik saat tengah diselimuti oleh salju musim dingin.

Secara keseluruhan, harga-harga di sebuah destinasi wisata umumnya jauh lebih rendah saat low season. Otomatis itu membuat pengeluaran jadi lebih bisa ditekan, dan budget traveller bisa lebih leluasa dalam mengatur budget.

3. Sisi Negatif Low Season

Salah satu penyebab terjadinya low season adalah faktor iklim dan cuaca yang kurang bersahabat pada momen-momen tersebut. Karenanya, berwisata saatlow season berarti kalian memiliki resiko lebih besar akan bertemu dengan cuaca yang kurang baik, yang mungkin saja akan memporakporandakan rencana wisata kalian.

Kondisi tersebut juga mengharuskan kalian membawa lebih banyak baju (yang berarti packing lebih berat). Apalagi jika tujuan wisata kalian adalah daerah yang mengalami cuaca ekstrim saat low season.

Di beberapa negara (khususnya negara-negara di Eropa), low season umumnya terjadi pada musim dingin. Konsekuensinya, waktu siang hari jadi lebih pendek dibanding waktu malam hari. Itu artinya waktu untuk kalian mengeksplorasi sesuatu akan jauh lebih singkat dibanding musim lainnya (seperti musim panas).

Musim dingin pun berarti kalian akan sulit menemukan pemandangan yang berwarna-warni seperti pada musim semi, musim panas, dan musim gugur. Walau tentu saja sebagai gantinya kalian dapat melihat-lihat suasana khas musim dingin dan salju (untuk beberapa negara).

Tidak semua tempat wisata beroperasi saat low season. Contohnya seperti pantai.

Kalaupun ada obyek wisata yang beroperasi, biasanya jam operasionalnya lebih singkat saat low season.

4. Kapan Sih Low Season Itu?

Masih tetap berminat merencanakan liburan saat low season? Jika ya, maka kalian perlu banget mengetahui kapan saja low season di berbagai negara tujuan wisata favorit.

Indonesia:

Secara general, low season di Indonesia terjadi saat musim hujan, yaitu antara bulan Oktober hingga April. Namun, karena Indonesia itu luas, tentu saja kita nggak bisa menyamaratakan low season di seluruh Indonesia.

Misalnya saja, untuk wilayah Bali, low season biasanya terjadi mulai tanggal 7 Januari hingga 31 Juni, serta pada bulan Agustus hingga pertengahan Desember. Sedangkan untuk wilayah Nusa Tenggara, Flores, Papua, dan Sumatra; biasanya low season terjadi antara Desember hingga Februari (dengan pengecualian saat liburan akhir tahun dan tahun baru).

Asia:

Sama seperti musim traveling lainnya, low season di berbagai negara Asia pun bisa sangat berbeda-beda. Contohnya, untuk wilayah Langkawi di Malaysia, low season biasanya terjadi pada bulan September dan Oktober; yaitu saat musim penghujan tiba. Sedangkan untuk Thailand, biasanya low season terjadi di antara bulan Mei hingga September.

Low season di Jepang biasanya berkisar setelah musim gugur (kira-kira akhir Oktober-November) hingga menjelang musim semi (bulan Maret), dengan pengecualian saat liburan akhir tahun dan tahun baru.

Namun ada juga beberapa daerah di Jepang yang baru mengalami low season di awal bulan Desember. Korea Selatan pun periode low season-nya tak jauh beda dengan Jepang, dengan pengecualian yang sama di saat liburan akhir tahun dan tahun baru.

Amerika & Kanada:

Beberapa situs traveling mencatat jika low season di mayoritas wilayah Amerika terjadi selama bulan September, serta pada pertengahan Januari hingga akhir Februari. Sedangkan untuk Kanada, low season terjadi pada bulan Oktober dan November, serta pada bulan Januari hingga April.

Eropa:

Low season biasanya terjadi mulai pertengahan November hingga perayaan Paskah.

Australia:

Biasanya low season di Australa terjadi antara bulan Oktober hingga Maret. Pada periode tersebut, mayoritas wilayah Australia akan mengalami cuaca yang terlalu panas.

Banjir pun kerap melanda di beberapa wilayah, dan nyamuk pun sedang banyak-banyaknya (terutama di bulan Januari). Sedangkan untuk kawasan pantai dan laut, sedang tidak aman untuk berenang karena tengah musim ubur-ubur.

Afrika:

Untuk Afrika Selatan, low season terjadi antara bulan April hingga September. Pada bulan-bulan tersebut, cuaca bisa cukup dingin di pagi dan malam hari. Taman-taman tidak terlalu ramai (kecuali saat liburan sekolah). Sisi positifnya, kehidupan alam liar jadi lebih mudah diamati karena vegetasi lebih sedikit dibanding musim lainnya.

*             *             *             *             *

SHOULDER SEASON

Ilustrasi shoulder season. Credit: Source

1. Apa Itu Shoulder Season?

Istilah shoulder season mungkin masih terasa asing di telinga mayoritas traveller. Kebanyakan website traveling (khususnya website traveling Indonesia) biasanya hanya membagi musim liburan menjadi high season dan low season, namun jarang menyinggung tentang shoulder season. Jadi, shoulder season itu apa sih?

Shoulder season (kadang disebut juga sebagai mid season) merupakan sebuah musim liburan yang terjadi di antara high season dan low season. Walau low season disebut-sebut sebagai musim terbaik untuk menekan budget, namun banyak smart traveller berpendapat jika musim liburan terbaik yang sesungguhnya terjadi pada shoulder season.

Seiring berjalannya waktu, dan dengan semakin banyaknya review dari para traveller yang mengulas kelebihan shoulder season, akhir-akhir ini popularitas shoulder season sebagai musim traveling terbaik pun semakin meningkat. Mungkin hanya perlu menunggu waktu saja hingga istilah ini memiliki popularitas setara high season dan low season.

2. Sisi Positif Shoulder Season

Pada periode shoulder season, suasana di destinasi liburan tidak akan seramai saat high season dan peak season, walau memang tidak sesepi saat low season. Otomatis suasana liburan pun akan jauh lebih bisa dinikmati dibanding saat wisata di high season dan peak season.

Kalian akan mendapat penawaran harga yang lebih baik dibanding saat high season dan peak season. Harga tiket pesawat sudah tidak terlalu tinggi, begitu juga dengan rate akomodasi. Jika dibandingkan dengan liburan di high dan peak season, kalian bisa lebih menekan budget dengan berlibur di shoulder season.

Cuaca saat shoulder season pun relatif masih lebih bersahabat dibanding saat low season. Bunga-bunga pun mulai bermekaran dan pepohonan mulai kembali menghijau. Dengan kata lain, kalian akan mendapatkan kombinasi terbaik antara harga dan juga pengalaman berwisata di shoulder season.

Penduduk setempat umumnya sudah tidak terlalu stress dan tegang karena jumlah wisatawan tidak sebanyak saat high atau peak season, sehingga mereka akan siap menyambut wisatawan dengan lebih hangat.

Jika saat high season dan peak season kalian akan sulit mendapat diskon penerbangan maupun diskon rate hotel, maka saat shoulder season banyak maskapai dan hotel yang mulai berlomba-lomba memberikan paket diskon.

Hostel dan hotel sudah tidak terlalu penuh, namun masih cukup menyisakan suasana liburan karena jumlah wisatawan yang menginap disana masih cukup banyak.

Antrian masuk ke sebuah obyek wisata pun sudah nggak sepanjang saat high season dan peak season. Asyik kan?

3. Sisi Negatif Shoulder Season

Shoulder season biasanya terjadi saat pergantian musim. Walau cuaca sudah tidak seekstrim saat high season maupun low season, masalah cuaca tetap saja sulit untuk diprediksi. Kalian mungkin saja akan tetap mendapat hujan, dan itu berarti kalian harus siap membawa payung maupun jaket.

Jika bepergian pada shoulder season di antara musim dingin dan musim semi/panas, mungkin masih ada beberapa obyek wisata yang belum beroperasi. Namun secara keseluruhan, tempat yang bisa dinikmati saat shoulder season masih jauh lebih banyak dibanding saat low season.

Selain itu, bepergian pada shoulder season antara musim dingin dan musim semi (khususnya di negara 4 musim) juga berarti waktu siang hari yang masih relatif lebih pendek dibanding saat musim lainnya. Jam operasional beberapa tempat wisata mungkin saja masih belum sepanjang high season dan peak season.

Harga-harga pastinya belum semurah saat low season. Namun tetap saja masih lebih hemat dibanding saat high season maupun peak season.

4. Shoulder Season di Berbagai Negara

Sama seperti musim traveling lainnya, shoulder season pun bisa sangat berbeda untuk setiap negara. Beberapa shoulder season mungkin masih memiliki irisan waktu dengan high season dan low season.

Jadi, jika kalian berencana untuk melakukan traveling saat shoulder season, tetap lakukan survey lanjutan sebelum menentukan tanggal traveling yang tepat (terutama survey mengenai harga). Sedangkan untuk bocoran destinasinya, intip daftarnya berikut ini:

Indonesia:

Bulan September dan Oktober disebut-sebut sebagai shoulder season-nya wilayah Bali. Pada periode tersebut, hujan masih relatif jarang menyapa bumi, sehingga cuacanya masih cukup bersahabat untuk melakukan petualangan outdoor.

Asia:

Mari mulai dari negara Malaysia lebih dulu. Shoulder season di Malaysia (khususnya di Langkawi) biasanya terjadi pada bulan Maret, April, dan Desember. Untuk negara India, bulan Maret disebut-sebut sebagai waktu ideal untuk traveling kesana sebelum temperatur meningkat drastis.

Sedangkan untuk Thailand, shoulder season biasanya jatuh di bulan Maret dan Oktober. Namun ada juga yang berpendapat jika shoulder season di Thailand itu terjadi di bulan Juni, sebelum turis memadati Thailand di bulan Juli.

Untuk negara Jepang dan Korea Selatan, shoulder season terjadi di bulan Juni dan Juli, serta September hingga Desember. Pada periode tersebut, cuaca masih cukup nyaman untuk dinikmati, walau mungkin saja sesekali kalian akan mendapat hujan.

Amerika dan Kanada:

Shoulder season di Amerika biasanya jatuh di antara bulan April-Juni, serta September-Desember. Tentu saja masing-masing wilayah akan mengalami shoulder season yang berbeda-beda. Sebagai contoh, pulau Karibia dan Patagonia mengalami shoulder season di bulan April, November, dan Desember.

Shoulder season di Costa Rica dan Belize jatuh pada bulan Mei. Meksiko akan mengalami shoulder season di bulan Juni dan Oktober; sementara shoulder season di Nantucket jatuh pada bulan September-Oktober.

Eropa:

Umumnya, shoulder season di mayoritas negara Eropa terjadi di antara pertengahan September hingga akhir November. Selain itu, shoulder season juga bisa dinikmati setelah perayaan Paskah hingga pertengahan bulan Juni. Sedangkan untuk wilayah Mediterania, shoulder season terjadi di bulan April dan Oktober. Berbeda dengan negara Yunani yang mengalami shoulder season di bulan September dan Oktober.

Australia dan Oceania:

Untuk wilayah Australia, shoulder season biasanya terjadi pada bulan Mei-Juni. Sedangkan untuk New Zealand, shoulder season terjadi pada bulan November, Desember, dan bulan April.

Afrika:

Secara umum, shoulder season di Afrika terjadi antara bulan Maret-April dan September-November. Jika didetailkan lagi, negara Botswana mengalami shoulder season di bulan Maret, April, dan November.

Shoulder season di Afrika Selatan jatuh pada bulan September, sementara Moroko mengalami shoulder season di bulan September-Oktober. Sedangkan untuk Kenya, shoulder season di negara tersebut bisa dinikmati pada bulan Oktober dan November.

Dari keempat musim liburan tersebut, mana yang paling menarik untuk kalian?

Tuesday, November 29, 2022

Tips Liburan Berkualitas Bersama Anak-Anak


Tips Liburan Berkualitas Bersama Anak-Anak

Traveling sudah lama menjadi salah satu kegiatan yang disukai oleh orang-orang. Nah, termasuk juga anak-anak. Untuk kamu yang sudah memiliki keluarga kecil, tentu akan sangat menyenangkan rasanya jika kamu dapat melakukan traveling bersama anak-anak.

Terkadang memang sering pusing rasanya jika kamu dapat melakukan traveling dengan anak-anak. Namun, jika kamu tahu bagaimana caranya dan tipsnya, kegiatan traveling dengan anak tentu dapat menciptakan kenangan dan pengalaman menyenangkan tidak terlupakan.

Banyak hal memang harus dipersiapkan sebelumnya. Namun tentu saja, hal ini akan dapat menambah kenyamananmu dalam melakukan perjalanan wisata bersama keluarga kecilmu.

Pada kesempatan kali ini, saya akan membahasnya agar kamu dapat menikmati liburanmu bersama anak-anak. Berikut ini adalah pembahasan mengenai tipsnya.

1. Persiapan Sebelum Berangkat

Credit: Source

Sebelum memutuskan untuk berangkat, ada baiknya kamu mulai mencari tahu tentang persiapan sebelum berangkat. Jika anak-anak yang akan traveling denganmu tergolong sudah agak besar, kamu dapat menyuruh mereka untuk mengepak sendiri barang bawaan mereka.

Nah, tetapi sebelumnya pastikan kamu sudah menentukan jenis pakaian seperti apa yang dapat mereka bawa. Sebagai contoh, mereka dapat membawa pakaian dengan jenis longgar dan nyaman sehingga dapat memudahkan aktivitas mereka.

Mereka tentu akan sangat senang jika diharuskan untuk memilih sendiri pakaian yang akan mereka kenakan ketika liburan. Kamu dapat menyiapkan koper-koper lucu untuk kegiatan traveling mereka.

Tetapi, pastikan kamu juga mengawasi dan memperhatikan kembali jenis pakaian yang telah mereka pilih. Pastikan pakaian tersebut memang sangat nyaman untuk mereka gunakan.

Selain itu, kamu juga dapat mengepak sebuah mainan spesial pada koper tersebut. Pastikan mainan tersebut adalah mainan yang dapat bertahan untuk menghela kebosanan dalam jangka waktu yang lama, seperti buku mewarnai, sticker bergambar, mobil dan lain-lain.

Nah, di dalam tas jinjing kamu dapat mengepak beberapa benda, seperti manisan, permen karet, handuk kecil, tisu, buku-buku, kertas, tas plastic bersegel, dan lain-lain.

Selain itu, jika kamu sedang berada dalam perjalanan panjang, kamu dapat mencoba untuk membungkus hadiah berupa mainan dan membukanya di waktu perjalanan panjang tersebut. Hal ini tentu akan dapat menghalau kebosanan di waktu perjalanan panjang tersebut.

Bawalah makanan kecil yang dapat bertahan lama, salah satu makanan kecil yang menyenangkan seperti twizzler (permen ulir) karena kamu dapat membaginya menjadi dua bagian dan membuat aneka rupa atau bentuk dari twizzler, lalu memakannya.

Selain itu, kamu juga dapat memperbarui imunisasi. Imunisasi yang dapat kamu perbarui antara lain adalah vaksin hepatitis B, rabies, tipus, hepatitis A. Kamu juga dapat mengecek sesuai dengan tujuan destinasi wisata yang akan kamu kunjungi. Ya, cari tahulah informasi tentang vaksin tambahan untuk daerah tujuanmu tersebut.

2. Ketika Kamu Berada di Bandara

Credit: Source

Ketika berada di bandara, pastikan kamu menyediakan cukup banyak waktu untuk check in, juga antara connecting flights. Nah, pastikan juga kamu berada di bandara lebih awal untuk boarding demi mencegah penundaan pada menit-menit terakhir.

Selain itu, pastikan juga agar kamu dapat mencegah terjadinya kebingungan berkaitan dengan peraturan keamanan penerbangan. Kamu dapat merancang rencana keselamatan jika salah satu atau lebih anggota rombongan tiba-tiba terpisah di bandara.

Nah, kamu juga dapat mendiskusikan mengenai tempat untuk bertemu jika ada salah satu atau lebih anggota yang terpisah. Hal ini tentu akan dapat memudahkanmu jika terdapat hal-hal yang kurang diinginkan, bukan?

Kamu dapat memberitahukan prosedur sekrining kepada anak-anak sebelum memasuki sekrining tersebut agar anak-anak tidak perlu merasa takut saat harus melewati prosedur sekrining tersebut.

Hal ini karena setiap orang termasuk anak-anak dan bayi juga harus melewati proses pemeriksaan keamanan di pintu masuk. Semua peralatan anak-anak harus melewati mesin sinar X.

Nah, agar proses pemeriksaan berjalan dengan lancar, sebaiknya kamu memindahkan anak-anak dari kereta dorong.

Nah, saat melewati metal detector, sebaiknya kamu tidak melepas anak-anak sendirian. Ya, selalu dampingi anak dalam melewati proses pemeriksaan dan jangan melepaskan mereka.

Bagi anak-anak yang sudah dapat berjalan dapat melewati sendiri metal detector untuk proses keamanan. Nah, bagi anak yang sudah lebih besar dapat diberi tahu bahwa proses itu merupakan proses yang serius dan harus dilewati dengan tidak bermain-main dan ancaman yang dibuat mampu menyebabkan masalah hukum.

3. Dalam Penerbangan

Credit: Source
Nah, pastikan kamu memberikan tempat duduk yang memenuhi standar keamanan mutakhir dengan luas yang tidak boleh lebih dari 16 inch.

Selain itu, The Federal Aviation Administration (Amerika Serikat) merekomendasikan anak-anak yang beratnya kurang dari 40 pounds atau sekitar 20 kilogram didudukkan di tempat duduk khusus anak-anak.

Pilihlah tempat duduk terbaik untuk anak-anak selama penerbangan. Ya, kamu dapat memilih untuk duduk di deretan paling awal kursi untuk kelas ekonomi.

Pemilihan tempat duduk tersebut bukannya tanpa alasan karena biasanya deretan paling awal kursi kelas ekonomi tersebut akan menyediakan ruang yang luas untuk kaki. Sehingga akan terasa lebih nyaman untuk kaki.

Nah, jika tempat duduk di deretan paling awal kelas ekonomi sudah tidak tersedia, kamu dapat memilih tempat duduk lain. Namun, sebaiknya pastikan agar anak-anak duduk di tengah, diapit antara dua orang dewasa. Hal ini penting sekali untuk alasan keamanan.

Selain itu, hindarilah tempat duduk gang untuk anak-anak. Hal ini kurang baik terutama karena dikhawatirkan anak-anak akan leluasa berjalan tanpa pengawasan orang tua.

Pastikan juga agar kamu senantiasa terbangun selama penerbangan. Kamu juga dapat mengajak anak-anak untuk turut serta berjalan bersama kamu.

Cobalah untuk memesan tiket pesawat sejak jauh hari sebelumnya. Hal ini berguna untuk membantu seluruh anggota keluarga agar dapat duduk berdampingan atau berdekatan.

Nah, jika pesawat penuh dan tidak ada kesempatan untuk melakukan pemesanan sejak jauh-jauh hari sebelumnya, kamu dapat meminta pada awak pesawat di bandara untuk meminta tolong pada penumpang yang lain agar anak-anak tidak harus terpisah dari keluarganya.

Dengan demikian, kamu tetap dapat duduk berdekatan dengan keluarga kecilmu. Nah, selain itu, kamu juga dapat membawa air kemasan dalam botol untuk diminum dan pelembab untuk kulit agar tidak kering di sepanjang perjalanan.

Selain itu, kamu juga dapat membawa permen karet dan dot untuk mengurangi tekanan udara pada telinga anak serta aneka mainan dalam tas jinjing untuk menarik minat anak-anak.

Nah, kamu dapat memilih waktu penerbangan di malam hari untuk perjalanan panjang. Selain itu, pada waktu siang hari kamu dapat memilih waktu tersebut untuk perjalanan pendek.

Hal ini supaya anak-anak dapat tidur. Hal lain yang harus kamu perhatikan adalah anak-anak akan mengalami jetlag yang lebih ringan daripada orang dewasa.

4. Jika Kamu Melakukan Kegiatan Traveling dengan Mobil

Credit: Source
Nah, jika kamu melakukan kegiatan traveling dengan mobil, jangan lupa untuk senantiasa membuat perjalanan traveling dengan mobil ini menjadi momen yang menyenangkan dengan membawa bantal dan selimut.

Ya, pastikan kamu telah menyulap kegiatan traveling ini menjadi kegiatan traveling yang menyenangkan bagi anak-anak. Selain itu, berhentilah secara rutin di tempat-tempat beristirahat agar anak-anak tidak mudah merasa bosan.

Pastikan pula kamu membawa persediaan kertas, pensil, mainan, cd lagu-lagu atau buku favorit anak-anak. Nah, yang paling penting libatkanlah anak-anak dalam kegiatan traveling tersebut.

Kamu dapat meyimpan segala sesuatu yang berkaitan dengan liburan seperti brosur, dan potongan tiket dalam sebuah tempat yang khusus seperti sebuah buku tebal.

Jika kamu memang berniat untuk menyewa mobil dalam perjalanan wisatamu kali ini, pastikan kamu membuat rencana terlebih dahulu dengan perusahaan rental mobil agar mereka dapat menyiapkan mobil yang sesuai dengan kebutuhan keluargamu.

5. Di Lokasi Liburan

Credit: Source

Selanjutnya, kita akan membahas mengenai setibanya kamu di lokasi liburan. Nah, milikilah jadwal harian dengan sejumlah kelonggaran atau waktu bebas untuk setiap anggota keluarga.

Nah, selain itu kamu dapat memberi teman atau kerabat nomor telepon dan alamat hotel di mana keluarga akan menginap, informasi tentang transportasi, dan nomor kontak untuk kondisi darurat.

Jika mungkin, pastikan seluruh anggota keluarga memiliki telepon selular yang dapat dihubungi atau walkie talkie. Nah, hal ini tentu akan dapat membuat kamu mudah untuk berkomunikasi setiap waktu.

Selain itu, punya rencana darurat atau tempat pertemuan jika ada anggota keluarga yang tiba-tiba terpisah juga merupakan ide yang baik. Nah, cobalah untuk mengaplikasikan tips ini agar perjalanan wisatamu bersama keluargamu dapat berjalan dengan lancar.

6. Di Hotel

Credit: Source
Ketika kamu sedang berada di hotel, ada baiknya kamu memperhatikan dengan seksama mengenai keamanan di hotel tersebut. Persiapkanlah terlebih dahulu penutup colokan listrik.

Nah, selain itu pastikan pula kamu memeriksa balkon serta kamar mandi. Ya, kamu harus yakin seyakin-yakinnya bahwa balkon dan kamar mandi di hotel tempat kamu menginap memang sudah aman dan nyaman untuk ditinggali sementara.

Pastikan untuk selalu menaruh alat elektronik di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak. Hal ini penting untuk alasan keamanan dan keselamatan agar kamu dapat senantiasa menjaga keamanan dan keselamatan anak-anak.

Kamu juga dapat menjauhkan benda-benda yang berukuran kecil, obat-obatan dan pembersih dari jangkauan tangan bayi. Pastikan agar kamu senantiasa menjaga anak-anak dan bayi selama kegiatan traveling.      

Nah, terdapat hal penting lain yang dapat kamu lakukan selama kamu menginap di hotel tersebut. Cobalah untuk mempelajari rute dan prosedur evakuasi jika terjadi kebakaran, karena dengan demikian kamu dapat langsung tahu apa langkah pertama yang harus dilakukan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

7. Hal-hal yang Harus Diwaspadai

Credit: Source
Nah, dalam melakukan kegiatan wisata bersama anak-anak, ada baiknya jika kamu tetap bersikap waspada dimanapun kamu berada. Sikap waspada tentu akan dapat membuat kegiatan travelingmu menjadi nyaman.

Jika liburan wisatamu mencakup tempat-tempat yang berkaitan dengan air, seperti kolam renang, laut, waterpark dan lain-lain, maka jangan pernah membiarkan anak kecil untuk berpetualang sendiri.

Ya, pastikan kamu berada di sekeliling mereka ketika mereka sedang berenang atau dekat dengan air. Hal ini penting untuk alasan keselamatan dan keamanan, semuanya agar keselamatan dan keamanan anak-anak dapat terjaga dengan baik.

Selain itu, meskipun anak-anak bisa berenang tetapi pastikan kamu senantiasa melengkapi anak-anak dengan pelampung. Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, setidaknya anak-anak telah dilengkapi dengan pelampung.

Selain itu, penting juga untuk mengetahui apa yang terdapat di dalam air. Apakah di dalam air terdapat zat kimia atau ubur-ubur. Ya, untuk alasan keamanan sebaiknya memang sangat dianjurkan agar kamu mengetahui apa yang terdapat di dalam air.

Kamu sebaiknya menghindari suhu air yang terlampau dingin, berarus dan air yang tiba-tiba terhisap ke bawah. Situasi ini jelas sangat membahayakan untuk anak-anak sehingga sebaiknya anak-anak dihindarkan dari situasi seperti ini.

Kamu juga sebaiknya mempersiapkan topi yang lebar dan pelembab. Hal ini guna melindungi kulit anak-anak dari paparan sinar matahari yang sangat dahsyat. Ya, dikhawatirkan sinar matahari dapat merusak kulit anak-anak.

Kamu juga dapat membekali diri dengan obat-obat yang dibutuhkan. Siapkanlah obat-obat seperti obat diare, penawar rasa sakit, anti serangga, antihistamin dan plester penutup luka. Hal ini dapat berguna sebagai bagian dari persiapanmu agar perbekalanmu menjadi lebih lengkap.

Cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai obat bebas yang sebaiknya kamu bawa. Penting bagimu untuk juga mencatat nomor telefon dokter sehingga sewaktu-waktu kamu dapat menghubungi dokter jika kamu merasa membutuhkan bantuan, walaupun kamu sedang melakukan kegiatan traveling di luar negeri.

Sementara itu, untuk mencegah penyakit yang dapat ditimbulkan oleh air tercemar, kamu dapat menggunakan air rebusan atau air kemasan untuk mencampurkan susu dan jus. Kamu juga sangat direkomendasikan untuk menggunakan saja susu cair.

8. Tips Tambahan Lainnya

Credit: Source
Untuk bayi yang berusia di atas empat bulan, kamu dapat membawa mereka untuk berpergian yang berdurasi pendek dengan jarak liburan yang dekat, yaitu sekitar 2 hingga 3 jam.

Perjalanan yang jauh dapat dilakukan jika bayi atau anak-anak sudah mulai terbiasa dengan kegiatan wisata sehingga akan mudah untuk beradaptasi.

Selalu bawa alat gendong atau kereta dorong bayimu. Hal ini penting karena dengan membawa alat gendong atau kereta dorong, kamu akan menjadi lebih bebas. Selain itu, bayimu juga akan merasa lebih nyaman dan pandangannya lebih luas.

Meskipun demikian, walaupun bayimu sudah akan terlihat cukup aman berada di kereta dorong, pastikan kamu senantiasa mengeceknya. Ya, selalu pastikan bahwa bayimu memang sudah cukup aman berada di kereta dorong bayi tersebut.

Jangan sampai, karena terlalu asyik berpergian, kamu menjadi lengah dalam mengawasi bayimu. Bila kamu suka, kamu dapat juga membawa kain panjang (jarit) atau sling (baby carrier) yang dapat berguna untuk memungkinkan tanganmu untuk bebas menjinjing tas.

Melihat daya tahan tubuhnya yang masih belum terlalu kuat, maka sebaiknya kamu dapat menghindari tempat-tempat ramai. Hal ini karena dikhawatirkan suasana ini terlalu sesak dan dapat membuat bayimu merasa tidak begitu nyaman.

Selain itu, dengan menghindar dari tempat yang ramai, hal ini juga dapat berarti bahwa kamu dapat meminimalkan resiko bayimu tertular penyakit.

Nah, itulah dia artikel mengenai cara agar kamu dapat menikmati liburanmu bersama anak-anak. Ya, semoga artikel ini dapat menginspirasimu agar kamu dapat melakukan perjalanan wisata bersama keluarga kecilmu.