papua | Rizkooblogsite - Welcome! Travel Culinary Tips And Reference

Rizkooblogsite - Welcome!: papua

papua

Showing posts with label papua. Show all posts
Showing posts with label papua. Show all posts

Monday, December 5, 2022

Mengenal Keindahan Kepulauan Raja Ampat


Mengenal Keindahan Kepulauan Raja Ampat

Kepulauan Raja Ampat. Credit: Source

Posisi Raja Ampat sebagai destinasi impian bagi kebanyakan orang di Indonesia, masih ada di posisi teratas. Tiap ada orang yang sudah pernah ke Raja Ampat pasti selalu dikomen,”Waaahh…kerenn!” Serasa gengsi langsung naik  

Di puncak Wayag

Belum ada penerbangan langsung menuju Raja Ampat. Kalau enggak salah sudah ada bandara di Waisai (ibukota Raja Ampat), tapi entah deh gimana itu nasibnya. Kebanyakan orang mengambil penerbangan menuju Sorong, lalu menyeberang dengan kapal cepat selama 2 jam menuju Waisai.

Pulau Wayag. Credit: Source

Sekilas Sorong

Sorong adalah salah satu kabupaten di Papua Barat yang jadi pintu masuk menuju Raja Ampat. Saat ini sudah cukup banyak maskapai yang melayani penerbangan dari Jakarta ke Sorong, seperti Sriwijaya, Express Air, Wings Air, Nam Air, dan Garuda. Teman-teman saya sering bertanya, “Aman gak sih di Sorong?”. Maklum, image Papua selama ini memang kurang bagus karena adanya penyakit malaria, HIV AIDS, dan konflik yang ditimbulkan oleh Organisasi Papua Merdeka.

Kota Sorong. Credit: Source
Jangan bayangkan hutan dan suku-suku pedalaman jika tiba di Sorong. Kota Sorong yang merupakan salah satu kota besar di Papua, sudah terbilang cukup maju dan berkembang. Kendaraan umum mudah ditemukan, banyak hotel, ada resto fast food ayam yang terkenal itu, bahkan sudah ada mall lho. Kalau aman atau enggaknya sih, aman-aman saja kok. Banyak pendatang dari Jawa (saya ketemu ibu penjual gado-gado asal Kediri!), Makassar, dll yang bekerja di kota ini.

Raja Ampat

Raja Ampat itu luaaas banget. Jangan kira bisa keliling ke semua tempat di Raja Ampat dalam waktu seminggu. Gak mungkin! Orang-orang biasanya lebih memilih ke pulau-pulau yang letaknya gak jauh dari Waisai (ibukota Raja Ampat yang berada di Pulau Waigeo), seperti Mansuar, Kri, Arborek, Friwen, dan Wayag. Salawati dan Batanta belum populer sebagai tujuan wisata. Sedangkan Misool, butuh ekstra waktu dan ekstra budget untuk ke sana karena letaknya yang jauh dari Sorong.

Kepulauan Wayag. Credit: Source
Belum sah ke Raja Ampat kalau belum ke Wayag. Wayag adalah gugusan kepulauan bukit karang yang terletak sekitar 3 jam perjalanan (dengan speed boat) dari Waisai ke arah barat laut. Kawasan ini dijaga oleh organisasi Conservation International (CI). Pengunjung wajib izin dan dipandu oleh petugas CI untuk naik ke atas bukit Wayag. Tidak semua bukit bisa dinaiki, dan untuk menaikinya butuh stamina yang oke karena kemiringannya hampir 90 derajat. Pakai sepatu atau sandal gunung itu wajib!

Enggak ada fasilitas resort atau cottage di kepulauan Wayag. Kalau mau menginap, bisa bermalam di pos CI atau dengan berkemah. Penginapan yang banyak dan murah adanya ya di Waisai. Ingin menginap di pulau, pinggir pantai, dan harga terjangkau? Ada beberapa homestay di Kri, Arborek, dll. Harganya berkisar 500 ribu/orang termasuk 3 kali makan.

Kenapa biaya ke Raja Ampat mahal?

Saat ini harga bensin di Raja Ampat sudah mencapai Rp. 16.000/liter. Sedangkan untuk mencapai Wayag, dibutuhkan bensin sekitar 400 liter untuk perjalanan pulang-pergi. Hitung saja sendiri berapa biaya bensin yang dibutuhkan. Belum lagi biaya sewa speed boat-nya.

Kapal melintasi kepulauan Wayag Raja Ampat. Credit: Source

Tiket masuknya saja mahal. Pengunjung wajib membeli tiket masuk berupa pin yang berlaku selama 1 tahun, seharga Rp. 500,000 untuk wisatawan lokal. Jangan coba-coba tidak membeli pin ini, karena di setiap lokasi wisata akan ada petugas yang memeriksa. Tanpa pin tentu saja kita enggak akan bisa melanjutkan perjalanan. Biaya pin ini digunakan untuk konservasi dan pemeliharaan lingkungan di Raja Ampat. Selain itu, Dinas Pariwisata Raja Ampat tidak ingin Raja Ampat menjadi pariwisata murahan, yang akibatnya akan terjadi mass tourism (pariwisata massal) karena banyaknya rombongan dan berpotensi menimbulkan kerusakan alam.

Di desa-desa wisata (seperti Arborek, Sawingrai, Yenbuba, dll) akan mudah ditemui anak-anak kecil yang bermain-main di dermaga. Anak-anak kecil ini biasanya langsung lari mendekat begitu ada wisatawan. Enggak ada salahnya bawain mereka oleh-oleh seperti snack atau makanan ringan atau bahkan buku-buku bacaan (jangan uang ya). Dengan begitu biasanya mereka akan lebih mudah diajak foto bareng. Mau disuruh foto terjun ke laut pun juga oke. Hihihi.

Anak-anak di Desa Makbon, Sorong. Credit: Source
Bawah laut Raja Ampat memang gak perlu diragukan lagi karena sebagian besar spesies ikan dan terumbu karang di dunia adanya ya di Raja Ampat. Bahkan di beberapa desa wisatanya, enggak perlu jauh-jauh naik boat sampe ke tengah lautan untuk bisa menikmati pemandangan bawah laut yang oke. Tinggal berenang kecipak-kecipuk dari pinggir pantai atau terjun dari dermaga aja sudah bisa nemu hamparan koral yang cantiknya gak karuan. Dan gak perlu bisa diving untuk liat cantiknya bawah laut Raja Ampat.

Perairan Raja Ampat adalah perairan yang kaya akan plankton. Oleh karena itu sebenarnya visibility-nya cenderung rendah. Tapi karena plankton adalah makanan ikan, sudah pasti spesies ikan di Raja Ampat sangat banyak dan beragam. Snorkeling aja sudah bisa ketemu ikan gede-gede yang lagi schooling. Tapi karena banyak plankton, disarankan enggak memakai baju renang yang terlalu terbuka, karena biasanya akan berasa celekit-celekit seperti digigit semut, yang akhirnya bikin kulit merah-merah dan gatal.

Pemandangan bawah air di Raja Ampat, yang mempunyai aneka ragam biota laut. Credit: Source

Waktu terbaik ke Raja Ampat adalah bulan Oktober – Mei. Selain cuaca yang bersahabat, di bulan-bulan itu kita bisa ketemu si ikan pari manta yang seliweran di Manta Point. Yang wajib dibawa ketika ke Raja Ampat selain uang cash (karena gak ada ATM), sepatu/sandal gunung, dan baju renang, tentu saja adalah sunblock untuk melindungi kulit dari panas yang menyengat. Jangan lupa juga bawa lotion anti nyamuk dan pil kina, karena Raja Ampat adalah daerah endemik malaria. 


Wednesday, November 30, 2022

Barapen Tradisi Bakar Batu Di Papua


 

Barapen Tradisi Bakar Batu Di Papua

Tradisi bakar batu di Papua. Credit: Source
Berbicara tentang Papua yang terletak di ujung timur negara Indonesia, tentu saja tidak akan ada habisnya. Pulau yang elok dan penuh potensi. Alamnya yang masih asri merupakan salah satu bentuk potensi pulau ini dalam mengikat hati para wisatawan yang pernah berkunjung ke Papua.

Bukan hanya itu, yang membuat Papua menjadi tempat yang unik dan menarik untuk dikunjungi adalah keberadaan penduduknya yang masih tetap berpegang teguh dengan ‘keasliannya’.

Mengingat bahwa sekarang ini kata-kata modern sudah menjadi nama tengah dari segala aspek di dunia, tetapi kebanyakan dari penduduk Papua terutama mereka dari suku dalam masih dan terus melaksanakan tradisi cara hidup yang diajarkan mulai dari nenek moyang hingga sampai kepada mereka.

Papua benar-benar mencerminkan bagian Negara Indonesia yang elok, dan beraneka ragam bahasa dan budaya.

Salah satu tradisi yang terus dilaksanakan sampai sekarang adalah Pesta Bakar Batu.

Banyak orang mengetahuinya dengan istilah Barapen tapi setiap suku memiliki istilah yang berbeda-beda dalam menyebut pesta bakar batu ini. Misalkan saja masyarakat paniai, mereka menyebut pesta bakar batu dengan istilah ‘gapiia’ sedangkan masyarakat Wamena menyebutnya dengan ‘kit oba isagoa’.

Masyarakat desa sedang membakar kentang menggunakan batu. Credit: Source

Unik bukan, walaupun kegiatan yang dilakukan itu sama tetapi istilah yang mereka gunakan bisa berbeda-beda. Itu karena di sana mereka memiliki berbagai macam bahasa yang berbeda.

Pesta bakar batu itu sendiri memiliki arti sebagai bentuk ucapan syukur untuk segala apapun yang telah terjadi dalam hidup mereka. Misalkan saja seperti pernikahan, berkat yang melimpah, menyambut tamu agung, dan bahkan juga wujud syukur dari sebuah kematian. Selain itu, tradisi pesta bakar batu juga dilakukan sebagai wujud bukti perdamaian ketika terjadi perselisihan atau peperangan antar suku.

Pada dasarnya Pesta Bakar Batu adalah cara memasak secara traditional yang dilakukan oleh orang-orang papua. Mereka mematangkan bahan pangan dengan bara dari batu yang telah dibakar.

Prosesi pesta ini diawali dengan proses persiapan. Mulai dari mencari kayu dan batu yang akan dibakar, kemudian batu dan kayu disusun berselang-seling untuk kemudian dibakar. Kemudian tiap-tiap suku akan menyerahkan persembahan babi atau hewan buruan lain.

Setelah terkumpul, setiap kepala suku dipersilahkan untuh memanah babi/hewan buruan tersebut secara bergiliran. Dalam hal ini, hewan buruan yang dipanah tersebut harus langsung mati. Jika hewan tersebut tidak langsung mati, mereka percaya bahwa pasti ada sesuatu yang tidak benar yang terjadi pada perayaan tersebut.

Di tempat lain yang tidak jauh dari tempat membakar batu, sebagian pria menyiapkan sebuah lubang di tanah. Pasti bingung kan? Apa hubungannya memasak dengan lubang yang dibuat ditanah? Lazimnya, orang-orang akan memasak menggunakan wajan, panci, ketel, kendi, atau tempat yang memang dibuat untuk memasak.

Tetapi tidak untuk tradisi memasak tradisional ala masyarakat papua. Mereka menggunakan lubang yang digali di tanah sebagai wajan atau tempat memasaknya. Besar dan jumlah lubang tentu saja harus disesuaikan dengan jumlah bahan pangan yang akan dimasak.

Masyarakat sedang mempersiapkan lubang untuk pembakaran. Credit: Source

Sementara itu, para wanita sibuk menyiapkan bahan pangan. Mereka memotong-motong daging hewan buruan dan menyiapkan sayur-sayuran seperti daun papaya, daun singkong, juga umbi-umbian seperti jagung, labu, singkong. Selain sayuran dan umbi, terkadang mereka juga memasukkan buah.

Bermodalkan lubang ditanah, alang-alang atau dedaunan seperti daun pisang, dan bara dari batu yang dibakar, mereka menjadikannya sebagai alat memanggang. Pada dasar lubang, diberi alang-alang atau dedaunan sebagai alas kemudian disusun batu yang telah dibakar diatasnya dan ditutup lagi dengan alang-alang.

Lalu daging buruan yang sudah dipotong-potong ditata diatasnya dan ditutup lagi dengan alang-alang yang kemudian ditimbun lagi dengan batu bakar. Masih belum selesai, masih harus diberi alang-alang lagi diatasnya lalu sayuran, umbi-umbian, dan buah ditata dan ditutup lagi dengan alang-alang yang ditimbun batu bakar tadi.

Terakhir, susunan tersebut ditutup dengan daun pisang dan diberi tanah diatasnya agar menjaga panas batu supaya tidak cepat hilang. Waktu yang dibutuhkan hingga makanan benar-benar matang yaitu sekitar 1 sampai 2 jam.

Setelah matang, satu persatu makanan mulai dikeluarkan. Salah seorang akan menyiapkan buah merah yang diambil sarinya dan disiramkam keatas makanan yang tengah dihidangkan. Tidak lupa ditambahkan juga garam dan bumbu-bumbu di atas sajian tersebut.

Prosesi diakiri dengan makan bersama yang dibuka dengan sambutan dari kepala suku. Sebelum disantap, makanan-makanan itu sebelumnya didoakan terlebih dahulu. Kemudian makanan dibagikan pertama-tama kepada kepala suku dahulu baru kemudian kepada orang-orang lain yang ikut hadir.

Makanan yang telah dimasak menggunakan batu. Credit: Source

Pesta bakar batu adalah ini salah satu bentuk tradisi orang-orang Papua yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan berbagi. Tak elak banyak suku pedalaman yang menanti-nantikan acara ini.

Mereka bahkan rela meninggalkan pekerjaan mereka di ladang demi mempersiapkan acara tersebut. Karena ini adalah acara yang ditujukan untuk mempererat kebersamaan, sangat-sangat dianjurkan untuk tidak membawa pulang makanan, tetapi ikut bergabung langsung dan makan bersama-sama.

Memang sedikit sulit menemukan tanggal pasti kapan perayaan ini akan dilaksanakan, karena itu tergantung dari orang yang merayakan. Tempat pelaksanaan pun tergantung pelaksananya. Barapen bisa dilaksanakan di depan kediaman orang yang melakukan perayaan. Namun, ketika Barapen ini sebagai wujud perdamaian biasanya akan dilaksanakan di lapangan luas.

Masyarakat menikmati makanan yang sebelumnya sudah dimasak menggunakan batu. Credit: Source

Menarik bukan? bagi mereka yang suka tantangan untuk bertualang atau suka berwisata kuliner, pesta bakar batu di Papua adalah event yang tidak boleh dilewatkan.

Bingung bagaimana caranya bisa kesana? Tenang, sekarang sudah banyak transportasi udara dan laut yang bisa mengantar para petualang dan wisatawan menuju ke Papua. Sesampainya di pulau Papua pun kamu akan menemukan alat transportasi seperti halnya penyewaan mobil off-road dan juga pesawat-pesawat kecil yang bisa mengantar kamu ke daerah-daerah pedalaman.

Sangat disarankan untuk membawa pakaian dan perlengkapan yang nyaman dan juga sesuai medan, karena disana kamu akan tetap bersentuhan langsung dengan alam, terutama di daerah pedalaman. Pastikan kamu membawa barang-barang yang sekiranya sangat diperlukan untuk traveling.