jawa | Rizkooblogsite - Welcome! Travel Culinary Tips And Reference

Rizkooblogsite - Welcome!: jawa

jawa

Showing posts with label jawa. Show all posts
Showing posts with label jawa. Show all posts

Thursday, December 8, 2022

Menyusuri Eloknya Pesisir Selatan dari Jawa Barat


Menyusuri Eloknya Pesisir Selatan dari Jawa Barat

Pantai Sawarna Banten
Pantai Sawarna Banten. Credit: Source

Jawa Barat, provinsi padat penduduk ini juga padat akan tempat-tempat menarik. Dari ujung Barat hingga ujung Timur, dari ujung Utara hingga ujung Selatan, semua elok untuk dikunjungi.

Kontur lanskapnya yang beragam juga sangat menunjang keindahan alam yang dimiliki, tak salah jika provinsi ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit bagi masyarakat Indonesia. Ditunjuang pula lokasinya yang sangat dekat dengan Ibukota negara, sehingga tak ada alasan untuk menolak menyambangi Bumi Parahyangan ini.

Bagian selatan dari provinsi yang terkenal dengan senjata kujangnya ini juga menjadi salah satu daya tarik wisata. Berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, bagian Selatan Jawa Barat terdiri atas lima kabupaten yaitu Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, dan Pangandaran (memisahkan diri dari Ciamis).

Kesempatan ini saya tertarik untuk mengulas beberapa destinasi yang ada di Pesisir Selatan dari Jawa Barat. Tentu tidak hanya tentang pantai, tapi juga objek lain yang masih masuk dalam kawasan Pesisir Pantai Selatan.

1. Pantai Karang Hawu, Sukabumi

Tentu sudah tak asing dengan sosok Nyi Roro Kidul bukan? Ratu Penguasa Pantai Selatan tersebut namanya sangat melegenda tak kenal zaman. Nah, salah satu lokasi yang terkait erat dengan sosok beliau ialah Pantai Karang Hawu di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Pantai Karang Hawu dipercaya menjadi salah satu ‘markas’ dari Nyi Roro Kidul. Di salah satu karang yang menjorok kelaut di pantai ini kabarnya merupakan singgasana sang Lara Kadita, salah satu julukan untuk Ratu Roro Kidul.

Terlepas dari mitos-mitos tersebut, pantai ini nyatanya memang selalu menarik. Terbukti dengan ramainya kunjungan wisatawan terutama saat hari libur.

Karang hawu memiliki ciri pantai berpasir yang cukup luas dengan beberapa bagian merupakan karang-karang yang menghiasi bibir pantai. Ombaknya juga sangat khas dengan pantai selatan jawa, yaitu berombak besar sehingga harus sangat berhati-hati jika tidak ingin tertarik ombak ke tengah lautan.

Ada satu waktu dimana biasanya dilaksanakan suatu upacara adat yaitu pada setiap tanggal 6 April. Tanggal tersebut merupakan Hari Nelayan dimana para nelayan mengadakan pesta rakyat dengan melarung sesaji dan kepala kerbau ke lautan lepas. Mungkin tanggal tersebut bisa dijadikan list dalam rencana liburan kalian.

Pantai Karang Hawu
Pantai Karang Hawu. Credit: Source

2. Mata Air Panas Cisolok, Sukabumi

Mengarah ke utara dari Pantai Karang Hawu sekitar 4,5 km melalui Jalan Cisolok-cipanas, kalian akan menemukan sebuah objek wisata lain yaitu Sumber Mata Air Panas Cisolok.

Mata air panas ini cukup populer di kawasan Sukabumi karena memiliki keunikan berupa semburan air panas yang keluar dari sela bebatuan dialiran sungai kecil. Fenomena ini dalam ilmiah disebut geyser, yaitu air panas yang keluar dari kerak bumi. Tingginya semburan air bisa mencapai 5 meter dan kabarnya selalu keluar tanpa mengenal musim.

Di kawasan ini juga tidak sekedar ada sumber air panas tersebut, tapi juga sudah dilengkapi dengan fasilitas penunjang wisata lain termasuk sebuah kolam pemandian air panas. Di kolam buatan ini, pengunjung bisa bersantai dan berendam dengan membayar tiket masuk hanya sekitar Rp 2000. Masih tak puas? Tersedia juga terapi air panas oleh terapis ahli. Terapi yang mematok tarif Rp 30.000 ini dipercaya dapat mengobati berbagai penyakit kulit hingga penyakit dalam seperti rematik dan stroke.

Semburan Air Panas Cisolok
Semburan Air Panas Cisolok. Credit: Source

3. Vihara Loji, Sukabumi

Masih mengarungi sukabumi, kali ini di Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, sekitar 26 km dari Pantai Karang Hawu atau 80 km dari Kota Sukabumi, tepatnya garis pantai yang menghadap Barat dari Teluk Pelabuhan Ratu.

Vihara Loji, begitu biasa dikenal. Nama asli dari Vihara ini ialah Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa. Cukup panjang dan sulit diingat memang. Selain Loji, vihara ini juga sering disebut Vihara Dewi Kwan Im.

Unik dan pesona dari vihara ini ialah karena berada di atas bukit dan tebing yang menghadap langsung ke lautan.

Dalam sejarahnya, kuil ini dibangun atas prakarsa seorang warga Thailand bernama Anotahi Kamomwathin. Beliau bermimpi untuk membangun vihara di pesisir laut, hingga akhirnya dipilih lokasi pembangunan seperti yang ada saat ini karena dianggap persis seperti mimpinya.

Dari atas kuil tepatnyaq Altar utama yang harus dituju dengan menaiki 500 anak tangga ini, panorama luas lautan membentang begitu indah. Arsitektur dari kuil berpadu dengan alam sekitarnya nampak kontras namun justru menarik.

Keunikan lainnya ialah terdapat sebuah altar yang dikhususkan untuk Ratu Nyi Roro Kidul. Di dalam Altar seperti rumah tersebut terdapat lukisan Nyi Roro Kidul, meja rias, dan tempat tidur. Bahkan terpajang pula foto Presiden Soekarno dan seorang Ulama Muslim. Sangat menarik bukan?

Pelataran Vihara Loji
Pelataran Vihara Loji. Credit: Source

4. Goa Lalay, Sukabumi

Belum beranjak dari Sukabumi, tepatnya Pelabuhan Ratu, kali ini kita merasakan sensasi dikelilingi kelelawar di sebuah Goa bernama Goa Lalay.

Berada di sekitar 3 km dari pusat kota Pelabuhan Ratu, Goa Lalay tidak jauh dari garis pantai yang berhadapan dengan Teluk Pelabuhan ratu.

Nama Lalay sendiri artinya ialah kelelawar. Nama yang disematkan karena memang bagian dalam dari goa ini menjadi rumah bagi ratusan ribu kelelawar. Jadi, jangan heran jika bau tak sedap dari kotoran kelelawar akan langsung menyambut kedatangan pengunjungnya.

Goa ini dipercaya merupakan bagian dari karang Pantai Pelabuhan Ratu yang karena air laut menurun membuatnya muncul dipermukaan. Dalam sejarah lain menyebutkan bahwa goa ini menjadi tempat peristirahatan Prabu Siliwangi ketika menyambangi kawasan ini.

Ada baiknya jika ingin masuk ke dalam goa harus ditemani pemandu. Hal ini untuk menghindari kecelakaan yang mungkin terjadi karena ada banyak lubang berisi air atau genangan yang cukup dalam. Stalaktit yang menghiasi dinding atas goa juga harus selalu diwaspadai selain juga mitos-mitos larangan yang percaya atau tidak sebaiknya dituruti.

Jika dirasa tidak sanggup merasakan sensasi dilibas sayap kelelawar di dalam goa, kalian bisa menyambangi goa ini saat sore hari dimana ratusan ribu kelelawar akan keluar dari mulut goa. Pemandangan yang cukup memukau dan menakjubkan,

Goa Lalay Sukabumi
Goa Lalay Sukabumi. Credit: Source

5. Pantai Jayanti, Cianjur

Warga Cianjur tentu sudah tidak asing dengan pantai di Kecamatan Cidaun, Cianjur Selatan ini. Pantai Jayanti, begitulah pantai yang berada di 145 km arah selatan dari Pusat Kota Cianjur.

Pantai Jayanti memiliki panorama lautan Pantai Selatan yang sangat menawan. Birunya laut dan deburan ombak menghantap karang-karang di bibir pantai, memberikan efek dramatis tersendiri. Keberadaan perahu-perahu nelayan juga menjadi bagian dari keindahan pantai yang semakin mempesona saat petang hari ini.

Saat weekdays, Pantai Jayanti terbilang cukup sepi dari kunjungan, namun saat weekend biasanya lonjakan akan sangat terasa. Pengunjung dari berbagai kalangan biasanya datang untuk sekedar bersantai memandangi pantai.

Selain itu, keberadaan Tempat Pelelangan Ikan di sekitar pantai juga menjadi magnet bagi Pantai Jayanti meskipun keberadaan Tempat Pelelengan Ikan ini tidak buka setiap hari alias hanya jika ada rombongan besar nelayan saja.

Pantai Jayanti
Pantai Jayanti. Credit: Source

6. Pantai Cicalobak, Garut

Garut, salah satu daerah yang terkenal dengan tradisi domba adu nya. Ternyata, Garut tidak sekedar tentang budaya, tapi juga kaya akan panorama alamnya. Dari mulai kawasan pegunungan, hingga jika ke bagian selatan ialah kawasan pesisir berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.

Salah satu pesona pesisir yang dimiliki Garut ialah Pantai Cicalobak. Pantai ini berada di Kecamatan Mekarmukti. Jika dari Kota Bandung, pengunjung bisa melalui kecamatan Cidaun di Cianjur lalu setelah melintasi Pantai Rancabuaya, akan nampaklah pantai Cicalobak ini dari sisi jalan.

Pantai berkarang ini bisa dinikmati dari tebing karena panorama lautan dan hembusan ombak menerjang karang akan sangat mempesona jika dilihat dari ketinggian ini.

Pantai Cicalobak
Pantai Cicalobak. Credit: Source

7. Pantai dan Pulau Santolo, Garut

Jika Pantai Cicalobak merupakan pantai berkarang, maka untuk menikmati pantai berpasir di Garut kalian bisa menyambangi Pantai Santolo.

Berlokasi di Kecamatan Cikelet, sekitar 88 km arah Selatan dari Kota Garut. Perjalanan dengan angkutan umum bisa ditempuh dengan menggunakan elf umum jurusan Garut – Pameungpeuk dengan tarif sekitar Rp 30.000.

Pantai ini menjadi favorit karena hamparan pasir putih yang mengisinya sehingga sangat cocok untuk bersantai dan bermain serta berpadu pula dengan batu-batu karang di sisi lainnya.

Salah satu waktu terbaik untuk menuju Pantai Santolo ialah saat sore hari karena pantai ini menghadap ke Barat sehingga panorama matahari terbenam akan menjadi teman kala petang.

Selain itu, pengunjung juga bisa menyebrang menggunakan perahu nelayan menuju sebuah pulau kecil yang dinamai juga Pulau Santolo. Pantai di pulau ini juga berpasir dan juga terkombinasi dengan bebetuan karang sehingga cukup eksotis untuk dinikmati.

Di Pulau Santolo terdapat suatu muara sungai yang terkenal karena jernih dan terlihat sangat indah yaitu Muara Cilateureum. Keunikan dari muara ini ialah karena air laut yang ada di muara akan bergerak bukan ke laut tetapi kembali ke arah muara atau mengalir kembali ke darat.

Pantai Santolo
Pantai Santolo. Credit: Source

8. Leuweung Sancang, Garut

Selain bermain air di pantai, wisatawwan yang mengunjungi pesisir selatan dari Garut bisa menyambangi sebuah cagar budata dan hutan konservasi di Kecamatan Cibalong. Dikenal dengan nama Leuweung Sancang, kawasan hutan ini merupakan salah satu destinasi wisata alam yang cukup menarik.

Secara zonasi, Leuweung Sancang terbagi dalam 3 wilayah yaitu Hutan Datarn Rendah, Hutan Mangrove, dan Hutan Pantai. Setiap dari ketiganya tentu memiliki ciri tersendiri yang membuatnya berwarna.

Karena memang berada tidak jauh dari garis pantai, hutan ini memiliki kontur yang relatif datar namun di bagian terdekat dengan pesisir alais Hutan Pantai, banyak tebing-tebing curamnya.

Kawasan Hutan yang bisa dijadikan objek wisata ini juga menarik karena nilai kesejarahan dan cerita mistik yang melekat bersamanya. Di Leuweung Sancang inilah dipercaya sebagai tempat Prabu Siliwangi menghilang.

Banyak hal yang bisa dieksplore di hutan rindang ini. Tidak hanya pepohonan, karena disini juga menjadi habitat dari Owa Jawa. Jadi jika beruntung, pengunjung dapat melihat primata langka ini sedang bermain di ranting pepohonan.

Di bagian lain, ada juga curug atau air terjun yang bisa dicapai dengan menyebrangi sungai cukup besar sehingga harus menggunakan perahu kecil.

Untuk menuju Leweung Sancang yang berjarak sekitar 20 km dari pusat Kota Garut ini dapat dicapai dengan menggunakan bus umum dari pusat Kecamatan Pameungpeuk menuju jurusan perkebunan Karet Mira-mare. Jika tidak ingin repot, bisa juga menggunakan ojek karena lokasinya memang tidak begitu jauh.

Leuweung Sancang Garut
Leuweung Sancang Garut. Credit: Source

9. Pantai Karang Tawulan, Tasikmalaya

Cukup berbeda dan unik dari pantai-pantai lain di pesisir selatan jawa, Pantai Karang Tawulan jangan sampai dilewatkan begitu saja. Pantai ini berada di Desa Kalapagenep, Cikalong, sekitar 90 km dari Pusat Kota Tasikmalaya.

Kekhasan dari Pantai Karang Tawulan yang menjadikannya indah ialah hamparan batu karang yang cukup besar menghiasi bibir pantainya. Bahkan di bagian lebih jauh dari garis pantai, terdapat pulau karang dengan ukuran cukup besar dimana dihuni oleh berbagai jenis burung terutama burung camar.

Di sekitar kawasan pantai ini banyak terdapat tempat makan seafood yang bisa dijadikan pilihan untuk menyantap menu dari ikan segar. Selain itu, penginapan juga banyak tersedia termasuk di lokasi yang cukup indah didekat pantai.

Pantai Karang Tawulan
Pantai Karang Tawulan. Credit: Source

10. Pantai Batu Hiu, Pangandaran

Pangandaran memang sudah sangat mendunia dengan keindahan pantai-pantai yang berada di garis selatannya. Salah satu yang tak kalah memukau ialah Pantai Batu Hiu.

Lokasinya berada di Desa Ciliang, Kecamatan Parigi, sekitar 14 km arah Selatan dari pusat Kota Pangandaran.

Dinamakan Batu Hiu, karena di bebatuan bukit yang menghadap pantai, terdapat satu batu yang berbentuk seperti Ikan Hiu. Keberadaan batu ini akhirnya dipercaya sebagai hiu yang ditangkap oleh pasukan kerajaan Mataram yang berubah menjadi batu.

Menikmati panorama Pantai Batu Hiu dapat dilakukan dengan langsung menginjakkan kaki di pasir pantainya atau di atas bukit. Keduanya memiliki sensasi yang berbeda.

Jika di pasir pantai, lautan biru dari Samudera Hindia bersanding dengan lanskap bukit yang menjorok ke laut membuatnya cukup eksotis.

Berbeda lagi jika melihat dari atas bukit, dimana bukit yang dipenuhi pepohonan Pandan tersebut siap menyajikan panorama lautan yang luas terbentang. Bagian bawahnya yang berupa batu-batu karang terdengar berirama ketika terhempas oleh ombak laut.

Perlu diingat bahwa ombak dan arus dari pantai ini, termasuk juga pantai-pantai lain di selatan jawa, tidak sesuai untuk berenang. Sehingga keindahan pantai sudah sangat komplit hanya dengan menikmatinya melalui mata, telinga, dan hembusan angin yang menyentuh kulit.

Tiket masuk menuju pantai wisata ini ialah sebesar Rp 7.500 perorang dengan tambahan harga untuk sepeda motor yaitu Rp 7.500 dan Mobil Rp 36.000. Gerbang utama masuk ke kawasan pantai juga unik karena berbentuk seperti hiu sehingga pengunjung seolah masuk ke dalam mulut hiu.

Pantai Batu Hiu
Pantai Batu Hiu. Credit: Source

Thursday, December 1, 2022

Berburu Batik Murah Berkualitas di Pasar Klewer


 Berburu Batik Murah Berkualitas di Pasar Klewer

Gapura Pasar Klewer yang menjadi ciri khas. Credit: Source

Pasar Klewer. Apa yang ada dibenak anda saat mendengar nama ini? Jawabannya tentu saja banyak. Solo, pusat penjualan batik murah, pusat grosir baju, tempat untuk wisata kuliner, pusat ekonomi masyarakat Solo, dan masih banyak lagi. Namun, sebagian besar masyarakat lebih mengenal Pasar Klewer sebagai pusat batik di Solo. Hal ini tidak dapat disangkal lagi karena dalam sejarahnya, pasar yang mulanya bernama Pasar Slompret ini dulunya banyak terlihat para pedagang memanggul batik yang berkleweran (berjuntaian) ke lantai. Karena itulah kenapa Pasar Slompret pun menjadi kurang begitu populer dan penamaan Pasar Klewer saat itu menjadi naik daun. Sejak itulah gaung Pasar Klewer semakin menggema dan banyak dikenal oleh masyarakat luas dengan terus bertambahnya penjual yang berdatangan ke sana.

Sebagai ikon sentra batik di Solo, maka tidak heran bila saat anda berkunjung ke Pasar Klewer, anda akan melihat deretan kios penjual batik yang berjejer. Dagangan mereka sampai meluap hingga ke depan kios masing-masing agar dapat men’display’ tiap produk yang mereka jual. Beraneka warna dan model batik yang mereka jual setidaknya dapat memberi pilihan bagi para pembeli karena dengan begitu, pembeli dapat membandingkan corak, model, ukuran, dan tentu saja harga.

Penampakan Pasar Klewer sebelum direnovasi. Credit: Source

Menyebutkan ‘harga’ tentu menjadi sangat sensitif karena harga menjadi pertimbangan utama bagi sebagian besar pembeli yang datang ke Pasar Klewer. Hanya saja, anda tidak perlu khawatir. Seberapa pun tebal atau tipisnya dompet yang ada di kantong, Pasar Klewer dapat menyediakannya untuk anda.

Hal ini tidaklah mengejutkan karena Pasar Klewer menyediakan hampir semua jenis batik, baik berharga murah, sedang, mahal, ataupun super mahal. Batik dengan harga super mahal ini tentu saja sebanding dengan kualitas dan model batik itu sendiri. Namun, harga yang menurut anda super mahal ini akan menjadi lebih murah bila anda harus membeli di butik atau toko modern. Jadi, apapun jenis batik yang anda perlukan, baik untuk keperluan kantor, harian, atau untuk acara spesial, Pasar Klewer siap melayani.

Nah, kalau mau berbelanja batik murah di Pasar Klewer, harus memakai alat transportasi apa? Mungkin, itulah pertanyaan anda. Jika anda mau pakai taksi, semua menjadi lebih mudah karena anda hanya tinggal menyebutkan Pasar Klewer, pak supir bisa langsung mengantarkan anda. Lalu, bagaimana bila ingin menggunakan alat transportasi umum?

Seorang pengunjung melihat batik di Pasar Klewer. Credit: Source

Sebenarnya, Pasar Klewer ini terletak di Jalan Dr. Rajiman Kelurahan Gajahan Kecamatan Kliwon kota Surakarta. Atau lebih tepatnya berlokasi di sebelah barat Keraton Surakarta. Jika anda berangkat dari Terminal Tirtonadi, anda dapat naik angkutan umum jurusan A dan turun di Gladak atau Damri B. Selain itu, anda juga dapat menggunakan Solo Batik Trans dan turun di Gladak. Kalau anda masih belum jelas juga, anda pun dapat bertanya pada warga setempat yang anda temui. Dan dengan senang hati, mereka pun akan menunjukan alat transportasi umum apa yang dapat anda gunakan untuk sampai ke Pasar Klewer.

Setelah anda sampai di kawasan Pasar Klewer, anda tidak perlu heran. Kenapa? Karena, anda akan melihat bangunan besar dengan hiruk-pikuk pedagang kaki lima di sepanjang jalan dengan warung tendanya. Berbagai macam makanan khas Solo ditawarkan oleh para pedagang kepada anda yang baru pertama kali datang ke Pasar Klewer. Seperti tengkleng, kerupuk karak, sayur tumpang, timlo Solo, dan tentu saja jajanan pasar yang akan memanjakan lidah anda. Tapi tunggu, anda jangan makan dulu sebelum masuk ke pusat penjualan batik di Pasar Klewer.

Dari pintu masuk, anda akan menyaksikan suasana pasar yang sesungguhnya. Lantai dasar. Terdapat deretan kios batik yang berjejer dengan banyaknya pilihan model dan warna yang digantung di depan kios mereka. Batik berwarna hijau yang cerah, warna biru yang menyejukkan, warna oranye yang nyentrik, warna merah yang berani, warna putih yang terlihat bersih, dan tentu saja warna coklat yang terlihat sangat natural. Semua itu terpampang dengan jelas di tiap kios untuk menarik perhatian para pengunjung. Ukurannya pun lengkap.

Suasana didalam Pasar Klewer sebelum di renovasi. Credit: Source
Di depan kios mereka, para kuli panggul pun hilir-mudik sambil membawa puluhan kilogram beban yang ada dipunggung. Ada banyak jenis batik yang ditawarkan untuk anda, seperti batik cap, batik tulis motif Solo dengan bahan dan tekstur kain yang sangat beragam. Motif batik yang ada di Pasar Klewer ini tidak hanya menyediakan motif khas Surakarta saja, namun para pedagang juga menyediakan motif batik khas daerah lain seperti gaya Yogyakarta, Pekalongan, Banyumas, Betawi, Pesisir, Cirebon, Madura, dan masih banyak lagi. Jadi, apapun motif batik yang sedang anda cari, Pasar Klewer merupakan pilihan tepat untuk anda.

Dengan banyaknya kios yang berdiri di dalam Pasar Klewer (sekitar 2.064 unit), maka tidaklah mengherankan jika persaingan yang ada di Pasar Klewer cukup ketat. Mereka akan selalu berusaha menarik perhatian para pengunjung untuk mampir ke kios mereka, mulai dengan memberikan diskon spesial hingga akan diberi kemudahan lain bila anda bermaksud mengambil barang dalam jumlah yang banyak.

Banyak kios makanan yang terdapat di depan Pasar Klewer. Credit: Source
Nah, setelah anda mendapatkan motif batik yang anda suka, langkah selanjutnya anda harus mengeluarkan ‘jurus maut’ dalam menawar harga. Kemampuan ini harus anda keluarkan karena sebagai pasar tradisional, penjual Pasar Klewer pun masih memberlakukan tawar-menawar harga. Anda dapat menurunkan harga hingga 10 – 20%. Tapi, jangan lewat dari itu karena harga yang ditawarkan oleh penjual di Pasar Klewer termasuk sangat murah. Keterampilan menawar harga ini dimaksudkan agar anda bisa mendapatkan batik yang anda sukai dan tentu saja lebih murah. Bahkan, anda masih bisa mendapatkan batik dengan harga yang fantastis murah, Rp35.000 untuk orang dewasa. Mantap, kan? Satu harga yang jarang dan mungkin tidak akan anda temukan di tempat lain, kecuali di Pasar Klewer.

Bila anda memutuskan untuk naik ke lantai dua Pasar Klewer, anda akan banyak mendapat kios-kios yang menyediakan berbagai produk tekstil lain seperti sprei, sarung bantal, baju harian, kaos, gaun, celana, aksesoris untuk fashion dengan motif batik, jaket, seragam sekolah, dasi, jeans, sepatu, sandal, tas, dan masih banyak lagi. Dan bila anda datang ke Pasar Klewer di akhir pekan, menjelang Idul Fitri dan Natal, dapat dipastikan anda harus bersenggolan dengan pengunjung lain saat berbelanja batik di Pasar Klewer. Jadi, pandai-pandailah memilih waktu dan persiapkan tenaga untuk berkeliling. Jika pun energi anda terkuras, makanan khas Solo seperti tengkleng dan timlo Solo pun telah menanti anda. Selamat berbelanja.