Mengunjungi Lawang Sewu, Sebuah kantor kereta api di jaman kolonial | Rizkooblogsite - Welcome! Travel Culinary Tips And Reference

Mengunjungi Lawang Sewu, Sebuah kantor kereta api di jaman kolonial | Rizkooblogsite - Welcome!

Mengunjungi Lawang Sewu, Sebuah kantor kereta api di jaman kolonial

Wednesday, December 17, 2014

Mengunjungi Lawang Sewu, Sebuah kantor kereta api di jaman kolonial


Dahulu kantor pusat Kereta Api Ada di kota Semarang, Lawang Sewu ya sebuah kantor milik kereta api yang dahulunya merupakan kantor pusat perkeretaapian belanda atau dikenal dengan Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Apa saja yang ada didalam kantor ini? Mari kita telusuri.
Kantor ini berada di Jalan Pemuda, Komplek Tugu Muda, Semarang, didirikan pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1919. Seperti kata orang sekitar bilang, gedung ini menyeramkan? Ya mungkin karena dahulunya sempat digunakan sebagai penjara dan tempat interogasi para tawanan. Banyak pejuang pun yang tewas disini karena perjuangan merebut kekuasaan.




Setelah belanda dan jepang kalah dan kembali ke negara mereka, bangunan ini mulai ditinggalkan dan menjadi bangunan tua, dan menjadi menyeramkan, bahkan dijuluki gedung "Gelap dan Suram". 

Namun pada tahun 2011, gedung ini mulai direnovasi kembali, dan dijadikan tempat pariwisata yang didalamnya terdapat tempat makan, bahkan tempat fitness. Namun pada saat saya mengunjungi tempat ini bangunan masih dalam tahap renovasi, sehingga masih banyaknya pekerja dan suasana gedung kosong, tidak ada barang-barang peninggalan hanya di gedung museum saja yang terdapat barang peninggalan gedung ini.


Disini pun terdapat bunker tempat para tawanan diinterogasi dan dipenjara. Namun sayang pada saat saya mengunjungi tempat ini tempat tersebut sedang direnovasi dan ditutup untuk sementara, namun saya masih bisa melihat dari mulut bunker tersebut, suasananya agak pengap dan lembab, dengan air membanjiri dasar bunker tersebut.

Di sekitar ini terdapat sungai kecil, yang katanya dahulu airnya sangat deras, sehingga digunakan untuk membuang jenazah para tawanan yang tewas. Namun sekarang sungai ini menjadi got dan airnya tidak terlalu deras. Saya tidak memfoto got ini.
Lanjut ke museum, terdapat barang-barang peninggalan seperti wesel, dan material bangunan sebelum dan sesudah direnovasi.


Biaya masuk tempat ini dikenakan Rp. 10.000,-/orang per tanggal 23 Okt 2014. Tempat ini patut untuk dikunjungi karena kedepannya direncanakan sebagai tempat pariwisata, dengan tempat makan dan tempat fitness didalamnya. Ayo kunjungi tempat bersejarah ini.

Info:
Lawang Sewu
Jalan Pemuda, Komplek Tugu Muda, Semarang,
Jawa Tengah 13220, Indonesia

Referensi:
Wikipedia. 2014. "Lawang Sewu". Diterbitkan pada tanggal 16 juni 2014.

0 comments :

Post a Comment